Penambang Lubuk Ngadu ke DPRD Babel

  • Whatsapp

3 Wilayah HL Belum Ditertibkan

PANGKALPINANG – Puluhan masyarakat Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, kembali mendatangi gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tapi kali ini, masyarakat yang hadir mendukung pertambangan timah di daerah itu.

Untuk menampung aspirasi masyarakat tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi anggota Komisi IV DPRD Babel Tanwin menggelar audiensi, di Ruang Kerja Ketua DPRD Babel, Rabu (22/5/2019).

Salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai penambang, Ramana Ridianto mengatakan, ada empat pembagian lokasi penambangan timah di wilayah Lubuk Besar yang masuk hutan lindung (HL).

“Disitu ada empat pembagian, yaitu di wilayah Lubuk Besar itu, berbicara laporan mereka itu HL, jadi empat pembagian itu, kalau di Lubuk itu ada daerah Krasak, Kuru, Merapin dan Belingai, nah disitu HL semua,” katanya.

Namun demikian, dia mempertanyakan, mengapa hanya Desa Kuru-Kuru yang akan ditertibkan oleh aparat keamanan, sementara lokasi lainnya tidak dipermasalahkan. “Jadi yang perlu kami sampaikan, ada apa yang Kuru ini, kok mereka larang,” tanyanya.

Selain itu, ia mengungkapkan, permasalahan Tambang Inkonvensional (TI) ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bangka Tengah saja, namun hampir terjadi diseluruh wilayah Bangka Belitung.

“Mungkin sudah berulang kali masalah tambang ini, bukan hanya di Bangka Tengah, seluruh mungkin di Bangka Belitung. Karena kita tahu juga perekonomian kita di Bangka Belitung ini, nomor satunya timah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengeluhkan, jika memang benar di lokasi tersebut akan ditertibkan, maka masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari pertambangan akan kehilangan mata pencahariannya.

“Andaikan disini kita tertibkan, saya berbicara ini bukan daripada ilustrasi diri saya sendiri, disitu juga saya menyampaikan, bagaimana keadaan masyarakat kita kedepannya kalau tambang ini kita tertibkan,” keluhnya.

Dengan demikian, ia menyarankan agar pihak pemerintah daerah dan aparat kepolisian ikut memikirkan nasib masyarakat didaerah itu yang menggantungkan hidupnya dari hasil tambang.

“Jadi saran saya mungkin kedepannya, mudah-mudahan kami dari pihak penambang, bagaimana respons daripada instansi pemerintah ataupun daripada instansi keamanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menyampaikan, DPRD sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat tentu saja menerima apapun keluh kesah atau permasalahan yang disampaikan.

“Nah hari ini datang lagi masyarakat yang pro pertambangan, jadi saya selalu Ketua DPRD tidak akan mungkin tidak kita terima,” kata Didit kepada wartawan, usai audiensi dengan masyarakat di ruang kerjanya, Rabu (22/5).

Namun demikian, dijelaskan Didit, berdasarkan hasil audiensi dengan masyarakat Kecamatan Lubuk Besar yang menolak pertambangan beberapa waktu lalu, telah terjadi kesepakatan untuk membentuk tim gabungan. Yakni, antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan, yang akan melakukan penertiban aktivitas pertambangan di wilayah hutan lindung tersebut.

“Pemerintah Daerah Bangka Belitung sudah melakukan koordinasi tim yang terdiri dari Satpol PP, TNI, polisi, bahkan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, In Shaa Allah, kata Pak H. Marwan selaku Kepala Dinas Kehutanan, katanya akan ada Follow Up-nya setelah tanggal 22 Mei, ya kita tunggu seperti apa,” terangnya.

Oleh karena itu, Didit berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan sehingga dapat memicu konflik diantara masyarakat di wilayah itu sendiri.

“Jangan biarkan berada di ranah abu-abu, kalau kita berada di ranah abu-abu itu artinya tidak bijaksana, kita ingin selamat, tapi satu sisi rakyat kita biarkan berkonflik, itu tidak boleh,” tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya ikut mendukung tindak lanjut dari Dinas Kehutanan Babel yang akan membentuk tim gabungan bersama aparat keamanan untuk menertibkan tambang inkonvensional yang merambah hutan lindung.

“Saya memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada pemerintah daerah yang telah membentuk tim, yang kita tunggu tindak lanjutnya setelah tanggal 22, ini semua demi masa depan anak cucu kita,” pungkasnya. (ron/6)

Related posts