Penambang Ilegal Merbuk, Kenari dan Pungguk Acuhkan Imbauan Polisi

  • Whatsapp

 

Wakapolres Bateng Kompol Efendi Sugianto didampingi Kabag Ops Kompol Sarwo Edi Wibowo, Kapolsek Koba AKP. Andri Eko Setiawan, Kasat Pol PP Mulyanto, Wadanramil Koba Kapten Sugianto memberikan imbauan kepada penambang Merbuk dan Kenari, Rabu (03/01/2018). (foto:Tamimi)

KOBA – Penambang ilegal di kawasan Merbuk, Kenari dan Pungguk, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) seakan tak gentar dengan imbauan yang disampaikan tim gabungan beberapa waktu lalu agar mereka menghentikan aktivitas penambangan di kawasan eks Kobatin tersebut.

Buktinya, Rabu (3/1/2018) jumlah TI rajuk diperkirakan masih ada sekitar 30 ponton, bahkan ada beberapa unit yang sedang dalam proses perakitan dan siap beroperasi.

Menyikapi masih beraktivitasnya tambang tersebut, sebanyak 80 personel dari Sabhara Polres Bateng, Satpol PP dan TNI dikerahkan dalam operasi penertiban yang digelar Rabu siang.

Penertiban dipimpin oleh Wakapolres Bateng Kompol Efendi Sugianto didampingi Kabag Ops Kompol Sarwo Edi Wibowo, Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan, Kasat Pol PP Mulyanto, Wadanramil Koba Kapten Sugianto.

Pantauan rakyatpos.com di lapangan, Wakapolres Bateng Kompol Efendi Sugianto masih memberikan himbauan kepada sejumlah penambang yang beraktivitas di Merbuk dan Kenari.

“Saya diperintahkan Pak Kapolres untuk memimpin operasi secara persuasif ini. Supaya tidak anarkis, kita sarankan kepada pemilik ponton untuk membongkar pontonnya sendiri, kalau nggak anggota yang menertibkan,” ungkapnya.

Menurut dia, jika masih membandel, pihaknya akan meningkatkan tindakan ke tahapan represif dan diminta pertanggungjawaban dari pemilik TI Rajuk atas kegiatan ilegal tersebut.

“Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang mengeluhkan adanya aktivitas TI liar di tiga titik eks Koba Tin itu,” ujarnya.

Terkait kabar ada oknum aparat yang beking, ia menegaskan akan menindak tegas dan hal ini sudah disampaikan kepada anggota Polres Bateng.

“Isu-isu ini jangan jadi fitnah, makanya perlu dilakukan tindakan nyata di lapangan hari ini. Kita tidak perlu kucing-kucingan lagi, bahwa komitmen tidak akan beroperasi kembali, nyatanya masih berjalan. Sampai kapan kita bermain kucing-kucingan ini,” ujarnya. (ran)

Related posts