Pemuda Tulang Punggung Suatu Bangsa

  • Whatsapp

Oleh: Istiya Marwinda, S.IP
Fasilitator Dewasa Forum Anak Bangka Selatan/Alumni Universitas Nasional

Istiya Marwinda

Generasi muda memiliki era yang mencerminkan dinamika kondisi hidup berbangsa pada zamannya. Sejarah mencatat bahwa perubahan yang terjadi pada suatu bangsa selalu dipelopori oleh pemuda. Misalnya Generasi Pelopor (Sumpah Pemuda, 1928), Generasi Pendobrak (Proklamasi, 1945), Generasi Era Orde Baru (1965), dan Generasi Reformasi (1998).
Secara fitrah, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan, dan akalnya sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda. Pemikiran kritis mereka sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umum, pemuda adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tirani kedzaliman dan kebodohan. Pemuda juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang.
Tapi, di era yang modern ini, pemuda-pemudi dihadapkan pada masalah yang berbeda. Ketika dulu para pemuda berjuang bersama untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia, maka pada hari ini, pemuda kita digonjang-ganjing oleh tingkah laku kriminal. Dimana pemuda saling bertikai satu sama lain. Minimnya rasa persaudaran yang dimiliki oleh kalangan pemuda sangatlah menakutkan bagi bangsa ini. Belum lagi pemuda yang masih saja tidak pintar dalam bergaul, seperti halnya penggunaan Narkoba dikalangan Pemuda dianggap modern menunjukan eksistensinya dalam bergaul. Sex bebas yang kerap kali diaktualisasikan hampir di anggap trend masa kini. Tidak menyalahkan pengaruh kebiasaan dari luar, tetapi seharusnya pemuda-pemudi yang cerdas sudah bisa memilah atau memilih apa yang baik untuk mereka. Tidak hanya hal itu, pemuda pada hari ini juga terlihat tidak bersemangat dalam menghadapi pembangunan bangsa. Kerap kali pemuda hanya terlarut pada fasilitas yang ada saja. Apalagi Pemuda yang memiliki orang tua yang cukup berada, tentunya tidak begitu peduli pada lingkungan sekitar. Jauh dari peimikiran membangun bangsa ini. Belum lagi pada tingkatan pemuda pemula yang baru melek politik, mudah saja hatinya direnggut untuk dimanfaatkan para penguasa yang menambah lahan kekuasaanya. Artinya, pemuda pada saat ini, tidak teguh hati dan pemikirannya untuk bersikap. Sikap yang “Asal kami makan Pak” , mereka bersinergi di atas perut kosong. Lalu Bagaimana?
Pemuda mempunyai potensi besar untuk perubahan. Maka sangat sesuai apabila tugas-tugas besar diamanahkan ke tangan para pemuda. Sejarah telah membuktikan betapa para pemuda mampu mensukseskan berbagai agenda besar serta mampu mewarnai dunia. Jangan kecewakan para petuah kita terdahulu yang sangat suci niat serta tindakannya yang sampai hari ini masih kita rasakan nikmatnya. Gagasan serta ide para pemuda tidaklah diragukan lagi, dengan begitu pengaruh pemuda juga tidak bisa dianggap sepele akan kemajuan bangsa.
Pemuda sebagai tulang punggung suatu bangsa harus memiliki kualitas keilmuan serta akhlak mulia, agar dapat bersaing untuk merintis perekonomian dan pembangunan bangsa. Bersaing menciptakan inovasi yang membesarkan nama bangsanya, bukan dulu memperbesar nama pribadinya. Menjadi pemuda yang otoriter tidak akan membangun bangsa ini, berpura-pura membangun atas nama kepemudaan. Pemuda yang mempunyai keilmuan yang baik, akan menghasilkan keratifitas yang berkarakter, tetapi dengan tidak membunuh kreatifitas lawan saingnya. Bangsa ini, membutuhkan pemuda yang terdidik akal dan pikirannya, karena solusi permasalahan bangsa di era ini adalah dengan memiliki pemuda yang berintegritas serta berinovasi untuk pembangunan bangsa.
Maka dari itu, pemuda perlu diikutsertakan pelatihan kepemudaan, salah satunya pelatihan kepemimpinan yang diharapkan akan membangun karakter pemuda. Yang mana nantinya ketika dihadapkan pada hal sulit pemuda mampu mencari solusi untuk keluar dari kesulitan tersebut. Pelatihan kewirausahaan pun menjadi sangat penting bagi pemuda, sehingga tidak ada pemuda yang tidak memiliki keterampilan berwirausaha. Banyak sekali aktifitas yang mampu membentuk karakter pemuda lainnya, yang lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa. (****).

Related posts