Pemuda Tanjung Labu Terus Eksplor Objek Wisata

  • Whatsapp
MPC Pemuda Pancasila bersama pemuda pemudi Desa Labu Bangka Selatan mengeksplorasi pengembangan objek wisata desa. Diantaranya adanya makam Ulama Besar Syech KH Rosidi yang merupakan penyebar agama Islam di Pulau Lepar serta Bangka Belitung.(foto: raw).

LEPARPONGOK – Gerakan para pemuda Desa Tanjung Labu menggeliatkan sektor pariwisata di desanya patut diacungi jempol. Dibantu Kecamatan Lepar Pongok, Pemdes Tanjung Labu, Kelompok Sadar Wisata, MPC Pemuda Pancasila bersama pemuda pemudi desa terus mengeksplorasi pengembangan objek wisata desa.

Selain pengembangan objek wisata Pantai Lampu, para pemuda terus bergerak bertahap mengembangan objek wisata lainnya antara lain Pantai Gelam Sarang Elang, Wisata Mancing Hutan Mangrove Sungai Pangku yang juga terhubung Pantai Tanjung Merun.

Demikian dikatakan MPC Pemuda Panca Sila Bangka Selatan, Yuspandiar kepada wartawan Selasa (4/4/2017). “Saat ini, di Desa Tanjung Labu, objek wisata yang sedang dikembangkan adalah Pantai Lampu, tetapi kita bersama Kecamatan Lepong, Pemdes Tanjung Labu, Pokdarwis, MPC PP serta pemuda pemudi desa terus mengeksplor objek wisata lainnya. Kita juga akan berkonsentrasi pada agro wisata, melalui bantuan ADD Desa Tanjung Labu, banyak yang telah dibangun Taman Joging Track, Gazibu, Toilet, serta jalan tanah puruh yang sebentar lagi akan dilaksanakan tahun ini,” ujar salah satu tokoh pemuda Desa Tanjung Labu ini.

Tak hanya itu, Yus menuturkan, Tanjung Labu juga memiliki kawasan wisata sejarah yakni peninggalan rumah belanda penjaga lampu mercusuar serta eks kantor kedemangan milik Kolonial Belanda.

Peninggalan ini, dibuktikan juga dengan makam maka orang Belanda. Selain itu, objek wisata yang bisa dikembangkan adalah wisata religi dengan keberadaan sebuah makam ulama besar Syech KH Rosidi yang merupakan penyebar agama Islam di Pulau Lepar serta Bangka Belitung.

Saat ini, pihaknya juga sedang menggali bukti-bukti sejarah tentang masuknya Islam ke Lepar Pongok serta ingin mencari sejarah hari jadinya Desa Tanjung Labu.

Menurut Yuspandiar, di Desa Tanjung Labu pernah berdiri Kantor Kedemangan. “Kami sebenarnya telah memulai pengembangan objek wisata ini sejak tahun 2015 lalu, dan terus berlanjut dengan harapan bisa go internasional. Harapan kita tentunya mohon dukungan semua pihak Pemkab Basel dan Pemprov Babel untuk membantu kami dalam pengembangannya, karena kendala yang kita temui adalah akses jalan serta pasokan listrik yang masih kurang. Meski begitu, ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Camat Lepong, Pemdes Tanjung Labu, Pokdarwis Tanjung Labu, MPC PP Tanjung Labu, serta seluruh pemuda pemudi peduli wisata lainnya yang telah bersama-sama mengeksplor objek wisata di Tanjung Labu,” kata Yus.

Ia menambahkan, dengan keberadaan beragam objek wisata di Tanjung Labu, wisatawan lokal maupun manca negara dapat berkunjung ke sini yang diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat secara ekonomi.

“Seluruh elemen Desa Tanjung Labu siap bersinergi mengembangkan wisata, harapannya multi flier efeknya, akan bertahap peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (raw/3).

Related posts