Pemuda Sebagin Hilang Diseret Buaya

No comment 454 views

CARI KORBAN – Aparat desa bersama Polsek Simpang Rimba dan masyarakat Desa Sebagin berupaya melakukan pencarian terhadap korban Suharli alias Jon yang hilang setelah diterkam dan diseret buaya di Laut Krasak Desa Sebagin, kemarin. Buaya ganas menyerang korban saat memancing sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga tadi malam pencarian masih dilakukan. (Foto: Dedi Irawan)

Saat Mancing di Laut Krasak
Tadi Malam belum Ditemukan

SIMPANGRIMBA – Warga Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat siang (11/8/2017) geger. Pasalnya, seorang warga setempat Suharli alias Jon (22), hilang setelah diterkam dan diseret buaya ganas saat memancing di Laut Krasak Desa Sebagin sekitar pukul 12.00 WIB.
Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Yudha P seizin Kapolres Bangka Selatan AKBP Bambang Kusnarianto mengungkapkan, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya Shadan (25) dan Rahmat (33) memancing ikan di pinggir Laut Krasak Desa Sebagin sekitar pukul 09.00 WIB.
Ketika itu, ketiganya sempat melihat keberadaan buaya muara yang berada tak jauh dari mereka. Hanya saja, ketiganya tak menghiraukan keberadaan predator ganas tersebut.
Dan benar saja tanpa diduga, persis sekitar pukul 12.00 WIB, buaya menggila. Korban yang saat itu memancing di batu yang berada agak ke tengah, tiba-tiba disambar buaya. Tentu saja buruh harian itu tak mampu berbuat banyak.
Semula, kedua rekannya yang mancing tak jauh dari korban berusaha mendekat. Namun ketika tiba di TKP, terlihat buaya menyeret tubuh Suharli alias Jon ke tengah, usaha untuk menolong korban menjadi ngeri.
“Sekitar pukul dua tadi kita menerima laporan masyarakat ada warga yang diterkam dan diseret. Saya bersama anggota langsung turun ke TKP, korban mancing di atas batu agak ke arah tengah, kemungkinan diterkam lalu diseret ke tengah,” imbuh Yudha.
Ia menambahkan, setelah menerima laporan saksi, polisi, warga bersama perangkat desa melakukan upaya pencarian. Mereka menebar jaring atau pukat. Warga juga meminta bantuan pawang buaya untuk ikut membantu melakukan pencarian.
“Hingga malam, kami bersama aparat desa dan masyarakat serta keluarga korban masih berupaya melakukan pencarian. Tadi siang warga berupaya menggunakan jaring dan pukat mencari korban, namun belum berhasil,” terang Yudha.
Untuk mengingat kembali, peristiwa serupa juga pernah terjadi di perairan Laut Kampung Padang serta perairan Dusun Mempunai Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, pada awal tahun 2017 lalu. Akibat keganasan predator itu, warga Mempunai tewas. Dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengimbau kepada warga agar sementara tidak mandi di pinggir pantai. Begitu juga dengan nelayan sungkur diharapkan selalu waspada. (raw/1)

No Response

Leave a reply "Pemuda Sebagin Hilang Diseret Buaya"