Pemprov Minta Dukungan Dana Pusat

No comment 113 views

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Babel meminta dukungan dana pemerintah pusat ke daerah khususnya ke Pemprov Babel bisa lebih besar, agar rencana Pemprov untuk menjadi destinasi unggulan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor dapat segera terwujud.
Hal ini, disampaikan Wakil Gubernur (Wagub ) Babel, Abdul Fatah dan juga beberapa pimpinan tinggi madya di lingkungan Pemprov Babel ketika menerima kunjungan kerja komisi X, Senin (13/11/2017) di ruang pertemuan pantai pasir padi, Pemprov Babel.
Dalam pertemuan ini, Wagub menyampaikan beberapa hal terkait provinsi Babel, pada sektor pendidikan, pariwisata, dan kearsipan/perpustakaan.
“Di Babel untuk guru yang bersertifikasi baru terselesaikan 49 persen, kok sedikit sekali guru yang baru bersertifikat dibandingkan jumlah guru yang ada, ini artinya rata-rata kualitas tenaga guru kurang memenuhi standar, masalahnya karena asal guru yang mengajar dulu itu adalah tenaga honorer dengan kebijakan diangkat menjadi PNS, mereka kesulitan untuk sertifikasi, ini menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas guru,” ungkap Wagub.
Ia juga mengharapkan, agar pemerintah pusat melalui Komisi X bisa mendukung beberapa hal untuk pembangunan Babel.
Dalam audiensi ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Babel, Suharto mengusulkan, agar pemerintah pusat membantu Pemprov dalam mewujudkan fasilitas olahraga di Babel, dimana Pemprov sudah mendesain kawasan sport center.
“Kami belum punya tempat latihan spesifik, makanya akan dibangun kawasan sport center, diharapkan bisa menjadi tempat internasional, tahun 2019 kami berharap bisa dipenuhi, karena kalau 2018 mungkin fokus kementerian masih pada Asean Games,” katanya.
Ia juga meminta, agar pelaksanaan PON kalau bisa dilaksanakan dalam dua tahun sekali, dan ia juga menyampaikan kesiapan Babel untuk menjadi tuan rumah PON.
Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh menyebutkan, persoalan guru di Babel juga muncul setelah peralihan kewenangan UU 23/2014, dimana untuk guru jenjang SMK dan SMA masih banyak yang kekurangan guru produktif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, A. Rivai mengatakan, untuk sektor pariwisata Babel mengusulkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Bangka, yakni Tanjung Gunung dan Tanjung Pesona.
“Kami sudah mengusulkan dua KEK, pariwisata Tanjung Gunung 285 ha nanti berkembang ke 350ha, Tanjung Pesona 600 ha , ini on progres kami sedang persiapkan dokumen administrasi, disana akan gandeng siapa berbuat apa, sudah jelas tinggal nanti disampaikan dengan harapan di Maret 2018 sudah terbit Kepresnya,” ujarnya.
Mantan Kadisdik ini juga mengelukan, rencana 1000 homestay, dimana ia menilai belum ada kejelasan pasti dari kementerian terkait pelaksananya.
“Apakah di pariwisata, BUMN atau minta kerja lain, kalau pariwisata kita coba terobos, kalau nanti dialihkan ke sektor lain bermitra BUMN misalnya, kami minta petunjuk teknis, agar bisa bergerak, target seribu homestay untuk 2018 tidak akan mungkin dicapai, untuk itu kami perlu arahan dan panduan jangan sampai salah langkah,” pintanya.
Menanggapi keluhan Pemprov ini, ketua rombongan Komisi X, Sutan Adil Hendra mengatakan, akan membantu Pemprov dalam mengatasi berbagai persoalan ini.
“begitu kami dapatkan informasi ini tentu akan kami koordinasikan dengan baik bersama mitra, biar bisa berkelanjutan kami titip ke Wagub untuk melakukan koordinasi dengan anggota DPR RI yang dari Babel,” sarannya, usai mendengar keluhan dari Pemprov.
Ia juga meminta, agar Pemprov Babel komitmen terhadap anggaran yang ada, baik pada sektor pendidikan, perpustakaan, pariwisata dan lainnya.
“Kami sudah dengar Komitmen pendidikan, belum tau disporanya gimana, tadi Dispora minta banyak tapi anggaran belum tau, kalau perpustakaan kecil banget, tolong pak Wagub diperhatikan karena menyangkut SDM minat baca,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga meminta agar Babel konsisten dalam menjalankannya pengabdian untuk masyarakat.
Dalam kunjungan ini, juga dihadiri oleh berbagai kementerian terkait, baik kementerian Pendidikan, Pariwisata, Perpustakaan Nasional, Badan Ekonomi Kreatif.
“Dari Kemendikbud untuk Babel Dipa akan kami serahkan Rp28 M, dan beberapa lagi anggaran lainnya, di Kemenpora RI, anggaram 5 triliun lebih, Rp 1,5 triliun untuk persiapan Asean Games, dan setiap provinsi yang dilewati mendapat jatah satu miliar dalam rangka kirab pemuda Nusantara, ini nanti ditagih ya pak,” tutur Sutan.
Untuk Kemenpan RI, ia menyebutkan pada tahun 2017 akan diserahkan dana dekon Rp 8 M untuk Babel.
Politisi fraksi Gerindra ini menilai, KEK merupakan Moment tak terlepas yang harus didukung, apalagi Babel sudah masih sepuluh destinasi unggulan, tetapi sebelum mengusulkan KEK, ia minta agar lahan yang diusulkan sudah Clean dan clear.
“Komisi X dorong melalui panja pemasaran dan destinasi wisata,” imbuhnya.
Terkait masalah petunjuk teknis dan persoalan lain, ia meminta agar dapat diselesaikan dan jika kementerian memiliki anggaran maka akan dibantu dan direalisasikan.
Komisi X dalam kunjungannya ini, dihadiri sekitar sepuluh orang, tampak hadir dua artis Indonesia, Arzetty Bilbina dan Jamal Mirdad. (nov/6)

No Response

Leave a reply "Pemprov Minta Dukungan Dana Pusat"