Pemprov Kurang Respon Kesehatan Masyarakat?

  • Whatsapp

50 Warga Babel Berpeluang PBI APBN
Kadinkes Minta Tambah Anggaran

Didit Srigusjaya

PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, meminta pihak eksekutif serius dalam memperjuangkan BPJS kesehatan gratis untuk 50 ribu masyarakat Babel dari APBN.

“Maka saya minta Pak Wagub, tolong agak serius pemerintah daerah ini, karena kita masih punya peluang 50 ribu untuk mendapatkan bagi masyarakat yang tidak mampu dari APBN, sayang nggak dikejar itu kan, peluangnya ada,” kata Didit kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Dia menilai, selama ini respon eksekutif tidak begitu bersemangat dalam memperjuangkan hal itu. Padahal menurutnya, DPRD Babel sangat antusias mengajak eksekutif untuk bersama-sama mengejar peluang tersebut.

“Maka kalau bisa, minggu depan saya akan ajak Pak Wagub langsung, tolong sampaikan kepada dinas sosial, kita harus bertemu dengan bapak Dirjen, karena 50 ribu lumayan loh dapat BPJS Kesehatan gratis dari APBN kan lumayan, artinya kita respon, harus pro aktif,” tandasnya.

Naikkan Anggaran

Terpisah, Pemprov Babel menyikapi kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, berencana dengan menaikkan alokasi anggaran untuk bidang kesehatan, khususnya bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS kesehatan dari dana APBD Pemprov Babel.

Wagub Babel, Abdul Fatah, menegaskan, berdasarkan amanat Undang-undang, alokasi untuk bidang kesehatan, seyogyanya harus dialokasikan 10 persen.

“Kita kemungkinan akan naik, cuma berapa alokasinya kita belum pastikan, karena masih akan dibahas oleh DPRD bersama-sama,” jelasnya, Senin (9/9/2019).

Kenaikan anggaran pada Dinas kesehatan ini, menurutnya dikarenakan dampak akan adanya kenaikan BPJS Kesehatan PBI yang menjadi tanggungan pemerintah provinsi.

“BPJS kesehatan ini kan rencananya naik, kenaikan itu akan kita tutupi pada APBD 2020, cuma kita belum tahu berapa,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Mulyono Susanto membenarkan anggaran Dinkes pada APBD 2020 pasti ada kenaikan, karena untuk menutupi kekurangan anggaran dampak dari kenaikan BPJS kesehatan PBI.

“Jika memang BPJS Kesehatan ini naik, kita butuh paling tidak Rp30 miliar, yang sudah ada di anggaran itu Rp17 miliar sehingga kita masih perlu tambahan anggaran Rp.13 miliar, itu asumasi kalau kelas 3 PBI naik jadi Rp.42 ribu,” jelasnya.

Ia berharap, Pemprov Babel dapat mengalokasikan anggaran ini, sehingga semua penerima nantinya bisa tercover jaminan Kesehatan. “Kita berharap bisa terpenuhi,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts