Pemprov Babel-Unsri Teliti Potensi Investasi Tambang

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang melakukan penelitian studi kelayakan potensi investasi sektor pertambangan di provinsi penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia itu.

“Saat ini tim ahli sudah memasuki tahap pengumpulan data potensi investasi pertambangan di kabupaten dan kota,” kata perwakilan dari tim ahli Universitas Sriwijaya Palembang Maulana Yusuf di Pangkalpinang, Selasa.

Menurut dia, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya mineral ikutan pada pertambangan timah seperti ilminit, zircon, kasiterit, dan monasit, yang menjadi potensi besar.

Selain itu, letak geografis Babel berada di tengah, sehingga mudah akses untuk menjangkau daerah daerah lain serta dekat dengan negara tetangga.

“Data yang dikumpulkan ini menjadi bagian yang sangat penting. Untuk itu, kami butuh data yang valid, karena apabila nantinya data yang diberikan salah maka akan mempengaruhi dari hasil serta laporan akhirnya,” katanya.

Ia berharap hasil dari studi kelayakan potensi investasi sektor pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dapat menarik investor untuk berinvestasi di Bangka Belitung sehingga dapat mendongkrak perekonomian di daerah ini.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Tengah Paisal mengaku telah mempersiapkan data yang diminta oleh tim ahli, bahkan data ini sudah dilakukan koreksi secara langsung oleh Bupati Bangka Tengah sehingga data yang dikirimkan dari Bangka Tengah ini adalah data yang valid.

“Untuk Bangka Tengah sendiri banyak aktivitas tambang, sehingga hal ini cukup membantu tim ahli dalam melakukan penelitian,” ujarnya.

Ia menambahkan tim ahli Unsri sudah mengunjungi kabupaten lain seperti Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.

“Kami fokus pada daerah tambang yang bisa diekpoitasi, dalam kegiatan ini perlu sekali data serta masukan saran pendapat dari kabupaten yang dikunjungi,” katanya.(antara)

Related posts