Pemprov Alokasikan Anggaran Penanganan Imunisasi dan Stunting 21 Miliar

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, didampingi Ketua PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi, memimpin Rapat Dana Insentif Daerah penanganan masalah stunting bersama OPD terkait Pemprov Babel, Jumat (8/11/2019). (foto: istimewa).

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, didampingi Ketua PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi, menggelar Rapat Dana Insentif Daerah (DID) penanganan masalah stunting bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Rapat di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubenur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Jumat (8/11/2019) siang tersebut, bertujuan agar masing-masing dinas terkait, menyampaikan program-program untuk penyerapan DID penanganan masalah stunting.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel telah mengalokasikan anggaran di tahun 2020, untuk penanganan imunisasi dan stunting, yaitu sebesar 21 miliar.  “21 miliar untuk imunisasi dan stunting. Sekarang kita bahas, sebab Januari harus mulai,” kata Gubernur dalam arahannya.

Dijelaskan Gubernur, kegiatan penanganan imunisasi dan Stunting harus segera dimulai, namun sebelum dimulai harus ada beberapa hal yang harus dibahas oleh OPD, agar kegiatannya tepat sasaran.

“Dana ini, diperuntukan untuk imunisasi dan stunting, tapi penggunaannya dari OPD Provinsi yang berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota,” ujar Gubernur.

Saat  ini, dikatakan Gubernur, terdapat sekitar 69 Desa Stunting. Oleh karena itu, menurut dia, ke- 69 desa tersebut harus dimasukan ke dalam program, dan  ke 69 desa itu harus dirinci dengan data. Dan data tersebut dibagi berapa ibu hamil, berapa jumlah bayi, pekerjaan orang tua apa.

“Menyakut pekerjaan orang tua, misalnya OPD peternakan bisa membatu mereka dalam ketahanan pangan, contohnya memelihara ayam atau ikan, yang initinya apa yang mereka lakuan untuk menambah gizi mereka,” terang Gubernur.

Sementara itu, Ketua PKK Provinsi Babel, Melati Erzaldi mengatakan, melihat alokasi DID khusus menanganan stunting, pihaknya telah berkoordinasi tentang program apa yang akan diajukan untuk penanganan Stunting, tentunya sesuai dengan ranahnya PKK.

Ketiga program yang diajukan, sebut Melati, salah satunya Apreding Dasawisma, dimana nantinya fokus pada kader dasawisma yang terindentifikai stunting pada 69 desa. Kedua, memberikan bahan tambahan makanan untuk balita, sasaranya ibu-ibu hamil dan balita, karena sasarannya pada ibu-ibu hamil, dimana selama hamil 1000 hari kehidupan untuk mencegah stuting.

Selanjutnya, disebutkan lagi oleh Melati, Program PKK akan melakukan Seminar Gizi Penanganan Stunting melalui pengelolahan makanan  lokal.

“Setiap tahun, hanya lomba – lomba, tapi tidak mengetahui makanan yang bernilai gizi, ternyata tulang ikan juga mengandung gizi yang baik, ini yang harus kita sampaikan dalam seminar tersebut,” kata Melati. (mislam/rell/3)

Related posts