by

Pemkot tak Respon, Satpol PP Provinsi Stop Tambang Parit 6

BONGKAR TAMBANG – Kasat Pol PP Pemprov Babel, Yamoa tampak terjun langsung dalam penertiban tambang ilegal di kaawasan TPA Parit Enam, Kota Pangkalpinang akhir pekan kemarin. Sejumlah mesin tambang dibongkar paksa oleh petugas. Pol PP Pemprov turun ketika melihat Pemkot Pangkalpinang belum merespon untuk menertibakan, selain karena ada aduan masyarakat. (Foto: Budi Susanto)

Disesalkan, tak Ada Tindakan Pemkot
Yamoa: Bandel, Pelakunya Kita Tangkap!

PANGKALPINANG – Tindakan tegas Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bangka Belitung, terhadap tambang pasir timah ilegal dan tambang pasir liar di kawasan tempat pembuangan sampah Parit 6 Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, patut mendapat apresiasi tinggi.
Apalagi usaha ilegal menggunakan alat berat tersebut, menjadi sorotan tajam Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang saat meninjau lokasi TPA. Namun, saat melihat tidak ada respon cepat dari pihak Pemerintah Kota Pangkalpinang, dan berdasarkan pengaduan masyarakat, akhirnya jajaran Satpol PP Provinsi Babel dibawah komando Yamowa Harefa mengambil langkah cepat dan langsung turun tangan melakukan penertiban ke lokasi tersebut.
Pantauan di lapangan, petugas dengan tegas membongkar paksa dan mengamankan sejumlah unit mesin tambang milik penambang yang membandel.
Bahkan anggota Satpol PP Babel tidak canggung, walaupun mereka harus turun ke air untuk mengangkat mesin yang berada di tengah kolong dan bukit pasir yang sangat tinggi sekitar 10 meter lebih.
Hanya sangat disayangkan tidak ada satupun anggota Satpol PP maupun Pemerintah Kota Pangkalpinang yang hadir di kegiatan tersebut.
“Penertiban ini dilakukan karena sebentar lagi akan ada Pak Presiden Joko Widodo yang akan datang ke Babel,” tegas Yamoa saat ditemui di lokasi Sabtu (14/4/2018).
Ia menambahkan, bahwa akan terus memantau kegiatan pertambangan ilegal tersebut apakah masih ada setelah penertiban ini, baik dari media maupun laporan masyarakat.
Dikatakan Yamoa, kawasan TPA Parit Enam sangat dekat dengan Bandar Udara Depati Amir dan perkantoran Pemprov Babel, untuk itu perlu pengawasan agar tidak ada lagi pertambangan ilegal di kawasan yang juga bakal dijadikan perluasan bandara taraf internasional.
Dalam penertiban tersebut, Satpol PP Babel telah mengamankan sejumlah mesin disel dan pompa pasir.
“Kami akan melakukan patroli khusus di daerah Parit Enam ini. Jika masih ada yang membandel, maka kami akan melakukan penangkapan terhadap pelaku tambang ilegal tersebut,” tandas Yamoa.
Dilansir Rakyat Pos edisi Kamis 12 April 2018, penambangan pasir timah dan pasir bangunan ilegal di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Parit Enam sudah sangat merajalela. Penambangan tanpa dilengkapi perizinan tersebut pun membuat geram Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, ketika meninjau lokasi TPA. Selain penambangan itu tanpa dilengkapi perizinan, lokasinya pun berada tak jauh dari Polda Bangka Belitung dan kompleks perkantoran gubernur.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rio Setiady meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap kegiatan penambangan ilegal menggunakan alat berat tersebut.
“Kita minta kepada aparat penegak hukum untuk proaktif bersama dengan Pemda untuk menindak tegas aktivitas penambangan yang beroperasi di sekitar TPA Parit Enam untuk menghentikan aktivitas mereka,” kata Rio.
Menurutnya, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada dalam RTRW bahwa tidak ada wilayah pertambangan di Kota Pangkalpinang.
“Pangkalpinang bukan wilayah tambang, jadi saya harap janganlah melakukan aktivitas penambangan disini. Kalau memang masih ada yang beroperasi tidak perlu lagi kita menunda-nunda. Kita tindak tegas siapapun mereka, karena sudah melanggar perda diatasnya,” tegas Rio.
Untuk itu, Politisi PKS ini mengatakan akan membangun komunikasi dengan pihak penegak hukum untuk melakukan penindakan aktivitas penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang.
“Kita akan berkomunikasi dengan semua pihak termasuk pihak Polresta dan Polda jika memang perlu untuk melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan. Jika pihak penegak hukum tidak sanggup apalagi pihak yang lain, untuk itu sebagai aparat penegak hukum kita harapkan bisa melakukan tindakan tegas,” tukasnya.
Dalam pantauan wartawan pada Kamis, sedikitnya ada 30-40 unit ponton TI saat itu beroperasi di kawasan TPA Parit Enam. Penambang bekerja menggunakan sistem fee kepada masing-masing pemilik lahan, setiap ponton sebesar Rp22 ribu perkilo.
“TI paling banyak di tanah milik Abet Subur, luas lahannya hampir 20 hektar. Kemudian Acai 7 hektar, H Bujang sekitar 2 hektar, dan ada juga TI di tanah Aho, Amuk, dan Welly. Masing-masing pemilik lahan ada pengurusnya,” kata sumber terpercaya warga setempat yang enggan namanya disebutkan.
Di lokasi TI tersebut, sebelumnya disediakan 1 unit PC besar merk Hitachi milik pengusaha asal Kabupaten Bangka berinisial M disewakan khusus bagi penambang timah di kawasan Parit 6.
“Tarif sewa PC dipatok sejuta perjamnya. Dan penambang tidak boleh menyewa PC luar selain dari pada itu, karena yang ngurusnya oknum anggota polisi inisial T,” bebernya simpel.
Berbeda lagi dengan 3 unit PC mini milik Haji A yang beroperasi untuk menambang pasir gundukan bekas tambang TI di lahan sama. Setiap harinya rata-rata ada ratusan truk mengangkut pasir dari lokasi TPA Parit 6 hilir mudik melintas telah mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, dan bahkan merusak infrastruktur jalan yang dibangun pemerintah kota, tanpa menyumbangkan PAD sedikitpun.
“Belum lama ini, warga kami juga pernah melapor ke Polda bahwa sumber air bersih yang biasa digunakan sehari-hari sudah tercemari limbah TI. Memang ada dari Krimsus turun kelapangan, saat itu alat berat sempat ditarik dari lokasi, tapi tak sampai seminggu tiba-tiba PC-PC ini sudah mulai beroperasi lagi,” keluhnya.
Warga berharap aparat baik kepolisian ataupun Satpol PP segera menghentikan aktifitas TI dan penambangan pasir ilegal yang berada dekat dengan Bandara Depati Amir ini.
“Harusnya malu kita, seolah memberi kesan kepada orang luar yang baru datang pertama terlihatnya saat akan mendarat, porak-poranda,” sesalnya. (bum/6)

Comment

BERITA TERBARU