Pemkab Didesak Manfaatkan Situs Sejarah

  • Whatsapp

Kurtis: Bangka Perlu Museum

SUNGAILIAT – Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi Persatuan Amanat Sejahtera (PAS) Kurtis, melontarkan ide tentang perlunya dibangun sebuah museum atau galeri sebagai pusat pembelajaran sejarah di Kabupaten Bangka. Direktorat Jenderal Cagar Budaya Kemendikbud RI, kata dia, telah menyarankan agar Pemkab Bangka membuat raperda memanfaatkan situs-situs peninggalan sejarah untuk dijadikan cagar budaya.

“Saya baca postingan bupati tentang situs Kota Kapur dan situs peninggalan kapal-kapal tenggelam di Selat Bangka itu. Kita pernah ke Kemendikbud untuk menanyakan masalah cagar budaya ini terkait situs-situs yang ada di Pulau Bangka. Melalui Direktorat cagar budaya berharap Pemkab Bangka membuat raperda untuk memanfaatkan situs-situs ini,” kata Kurtis, Jumat (3/3/2017).

Menurut Kurtis, situs peninggalan kapal-kapal tenggelam, selain bisa belajar sejarah juga bisa untuk wisata snorkiling dan diving. Kemudian, menurut politisi PKS ini, ada peninggalan kebudayaan masa megalitikum dan sejarah zaman penjajahan.

“Tolong pendataan oleh Pemda Bangka secepatnya. Diajukan dan buat raperda. Kita perlu museum. Kalau agak berat setidaknya buat galeri untuk cikal bakal museum. Mau umum atau khusus. Kita punya penambangan, bisa museum timah. Punya agro kultur tentang budidaya tanaman lada. Sekarang anak kecil tidak tahu lagi apa kerito surong, suyak karena tidak ada museum, galeri atau gerai. Pemda lewat dinas pendidikan kebudayaan dan dinas pariwisata harus melihat itu. Kita dukung itu dari Komisi B,” ujar Kurtis.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Bangka dari Fraksi Demokrat, Supiyan. Menurutnya, sudah saatnya Pemkab Bangka punya museum untuk sebuah literasi bagi dunia pendidikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan masyarakat di Kabupaten Bangka.

“Kita punya artefak, peninggalan sejarah dan pahlawan seperti Depati Amir dan Depati Bahrin. Memang tidak gampang membuat suatu museum karena perlu anggaran, tempat dan struktur. Tapi kita tidak harus menggelontorkan dana terlalu besar. Gedung Juang sangat tentatif. Tidak kalah penting buat tim melibatkan tokoh masyarakat, sosiolog dan para penduduk untuk mengkoleksi barang yang punya nilai sejarah,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pihak legislatif sangat mendukung pemda untuk segera membuat museum. Karena berbicara pendidikan tidak hanya berbicara aspek intelektual saja tetapi aspek budaya, etika, moral dan kultur juga untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Bangka.(snt/10)

Related posts