Pemkab Beltim Terima Penghargaan UHC BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
Bupati Beltim Yuslih Ihza menerima penghargaan atas tercapainya Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan, langsung dari Erna Wijaya selaku Kepala Deputi Direksi Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkulu. Penghargaan ini diberikan langsung di halaman Kantor Bupati Beltim, Senin (17/12/2018).(foto: ist).

MANGGAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mendapatkan penghargaan atas tercapainya Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Penghargaan itu diberikan langsung kepada Bupati Beltim Yuslih Ihza oleh Erna Wijaya selaku Kepala Deputi Direksi Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkulu, di halaman Kantor Bupati Beltim, Senin, (17/12/2018).

Penghargaan itu, berkenaan dengan Penetapan Kabupaten Beltim telah mencapai UHC program jaminan kesehatan nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS), bersamaan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama kepesertaan BPJS kesehatan bagi masyarakat Beltim.

Penghargaan diberikan atas tercapainya 95,60 persen kepesertaan masyarakat Beltim dalam program JKN-KIS hingga menuju Universal Health Coverage (UHC).

Bupati Beltim Yuslih Ihza menyampaikan, diberikannya penghargaan itu, merupakan wujud komitmen dari Pemkab Beltim dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi warganya tanpa terkecuali.

“Penghargaan ini merupakan kebanggaan kami. Tentunya, kami berkomitmen bahwa seluruh masyarakat Beltim yang didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS, kepesertaannya dapat langsung aktif,” kata Yuslih.

Untuk itu, Pemkab Beltim akan terus memastikan peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan hak dan prosedur yang berlaku.

Bupati Yuslih berpesan kepada seluruh masyarakat yang telah memiliki JKN-KIS agar selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan mencegah jangan sampai timbul sakit.

Sementara itu, Erna Wijaya mengatakan, adanya kerjasama dengan Pemkab Beltim diharapkan dapat menstimulasi cakupan kepesertaan seluruh penduduk di Babel khususnya di Beltim.

“Dengan adanya komitmen dari Pemkab Beltim, kami yakin perlindungan program JKN-KIS akan semakin luas dirasakan seluruh masyarakat. Artinya dengan sudah ditandatanganinya UHC, tidak ada lagi masa tunggu 14 hari. Kalau masyarakat yang ingin bergabung dan belum ada JKN-KIS dan mau urus kartu, bisa langsung aktif,” ungkap Erna.

Erna menambahkan, sampai dengan tahun 2018 jumlah penduduk yang telah memiliki jaminan kesehatan melalui program JKN-KIS di Beltim sebanyak 117.876 jiwa dari penduduk sebanyak 123.305 jiwa atau sebanyak 95,60 persen. Artinya masih terdapat 4522 jiwa atau 3,7 persen penduduk yang perlu diberikan jaminan kesehatan.

Hadir dalam kesempatan itu para pimpinan OPD Beltim, forkopimda dan jajaran BPJS Pangkalpinang dan BPJS Beltim. (yan/kmf/3).

Related posts