by

Pemkab Beltim Sosialisasikan 3 Perda

-Belitong-120 views
Dela Wahyudi

MANGGAR – Tiga produk hukum Kabupaten Belitung Timur (Beltim) disosialisasikan kepada 150 orang perangkat desa di Kecamatan Manggar, Damar dan Gantung. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah itu, dilaksanakan di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Rabu (5/9/2018)

Produk hukum tersebut berupa Peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Oplosan, Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Jam Malam Bagi Remaja.

Kepala Bagian Hukum Setda Beltim, Dela Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi Produk hukum daerah terakhir yang dilaksanakan. Sosialiasi sebelumnya sudah menyasar 200 pengkat desa di Kecamatan Kelapa Kampit, Dendang, Simpang Renggiang, dan Simpang Pesak.

“Sebelumnya kita turun ke setiap kecamatan, khusus untuk yang terkahir ini kita gabung tiga kecamatan sekaligus. Sasaran kita memang khusus ke perangkat desa, seperti ketua RT, kepala dusun dan BPD,” ungkap Dela.

Dengan diselesaikannya tahap sosialisasi tiga produk hukum tersebut maka Perda resmi diundangkan. Tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk mengelak jika nantinya Satpol PP Kabupaten Beltim melakukan penertiban terhadap pelanggaran Perda.

“Penertiban ini khususnya untuk Perbup Jam Malam sama Perda Minol. Kita yakin Perbup akan mendapatkan protes dari orang tua dan desa jika nantinya ada ditemukan pelanggaran,” kata Dela.

Untuk itu, Dela berharap para perangkat desa yang sudah mengikuti sosialisasi dapat menyampaikan mengenai aturan yang didapat ke warganya. Tujuannya agar pelanggaran aturan daerah dapat diminimalisir di kemudian hari.

“Harus disebarluarkan ke warga masing-masing, jangan sampai cuman berhenti di sini saja. Kita berharap apa yang sudah kita berikan disampaikan lagi seluruh warga masing-masing,” ujarnya.

Minol Gol B dan C Bisa Diperdagangkan

Masih diakomodirnya peredaran minuman keras di dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Oplosan, jadi pro-kontra di masyarakat.
Beberapa perangkat desa yang hadir dalam sosialisasi Produk Hukum Kabupaten Belitung Timur pun mempertanyakan hal itu.

Dalam Perda yang diundangkan 2 Mei 2017 tersebut memang diatur tentang penjualan eceran minol golongan A atau memiliki kandungan alkhohol di bawah 5 persen di supermarket dan hypermarket. Namun tidak bisa dijual bebas, dan harus disimpan di tempat khusus.

“Memang dalam Perda ini masih memungkinkan, tapi hanya dijual di Asoka atau Puncak. Tapi sampai sekarang mereka tidak ingin menjual, karena takut akan efek yang ditimbulkan,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Beltim , Asep Suhayanto.

Untuk minol di atas 5 persen golongan B dan C hanya bisa diperdagangkan di pedagang yang sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan – Minuman Beralkhohol (SIUP-MB).

“Kalau ini ketentuanya hanya minum langsung di tempat seperti hotel, restoran dan bar yang sesuai dengan dengan peraturan perundang-udangan di bidang ke pariwisataan atau di tempat yang tertentu yang sudah ditetapkan oleh bupati,” jelas Asep.

Selain itu juga Perda tersebut juga mengakomodir pembuatan dan penjualan minuman berlakhohol tradional. Namun produksinya dibatasi 25 liter dan hanya dipergunakan untuk kepentingan agama tertentu atau adat.

“Kalau sebatas itu tidak masalah. Yang jadi masalah adalah penyalahgunaan di lapangan, seperti dijual bebas ke masyarakat. Nah inilah yang nantinya akan kita tindak,” tegas Asep. (dny/3)

Comment

BERITA TERBARU