Pemkab Beltim akan Dirikan Posko di Perbatasan

  • Whatsapp
Bupati Beltim Yuslih Ihza mengecek salah satu Pos di Perbatasan di tiga desa di Beltim.(foto: istimewa)

MANGGAR – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab) akan mendirikan posko penjagaan di tiga desa perbatasan antara Kabupaten Beltim – Kabupaten Belitung. Tujuannya untuk memantau orang yang masuk ke Kabupaten Beltim guna meminimalisir penyebaran COVID-19.

Tiga Posko tersebut didirikan di Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Renggiang, Desa Nyuruk Kecamatan Dendang dan Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit.

Read More

Petugas gabungan dari Polres Beltim, TNI AD, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan dan Perhubungan akan memeriksa setiap orang yang akan masuk ke Kabupaten Beltim. Suhu badan, kondisi kesehatan serta keperluannya akan dicatat oleh petugas.

Saat meninjau lokasi posko di Desa Simpang Tiga dan Desa Nyuruk, Selasa (31/3/20) Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan Posko akan mulai berjalan efektif mulai Rabu (1/4/20) Besok. Penjagaan di Posko akan berlangsung selama 24 jam.

“Insya Allah besok sudah mulai bisa berjalan. Dalam waktu dekat kita akan mengirimkan Surat Pemberitahuan ke Kabupaten Belitung terkait adanya Posko ini,” kata Yuslih.

Yuslih didampingi yang didampingi oleh Wakil Bupati Burhanuddin, Ketua DPRD Fezzi Uktoseja, Kapolres Beltim AKBP. Jojo Sutarjo, Kajari Beltim Abdur Kadir, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Ikhwan Fahrozi, serta pimpinan OPD terkait menekankan pendirian posko bukan untuk menutup arus orang ke Kabupaten Beltim namun lebih ke mengawasi orang yang masuk.

“Sekali lagi Posko ini bukan untuk menutup arus orang yang ingin masuk, kita hanya mengawasi. Tujuan kita ingin melindungi warga kita, agar tidak ada yang membawa virus masuk ke Beltim,” tegas Yuslih.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Yuslih mengakui jika petugas masih kekurangan perlengkapan untuk di posko seperti thermo gun ataupun Alat Pelindung Diri (APD). Namun dalam waktu dekat kendala tersebut akan segera teratasi.

“Kita jalan dulu dengan apa yang ada, minimal petugas mencatat dulu. Nanti begitu anggaran sudah cair kita beli peralatan yang dibutuhkan,” ujar Yuslih.

Kabupaten Beltim Berstatus Siaga Darurat

Terhitung sejak, Selasa (31/3/2020) Pemkab Beltim mulai menerapkan status Siaga Darurat Bencana Non Alam Akibat COVID-19. Peningkatan status ini dilakukan untuk memudahkan antipasi penanganan penyebaran COVID -19 di Kabupaten Beltim.

“Hari ini saya baru saja menandatangani SK Status Siaga Darurat Bencana. Jadi kita bisa menggunakan anggaran darurat, anggaran ini akan dipergunakan untuk menambah peralatan termasuk thermogun ataupun APD serta hal lain yang dibutuhkan termasuk untuk logistik pengamanan posko,” ujar Yuslih.

Dengan adanya status tersebut bukan hanya Pemkab Beltim yang bisa menggunakan anggaran darurat ataupun cadangan, namun setiap desa juga diminta untuk mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk keperluan mendesak terkait penanganan COVID-19.

“Desa-desa yang juga mendirikan posko bisa menggunakan anggaran dari Dana Desa. Kita mendukung inisiatif dari desa maupun warga yang mendirikan posko,” kata Yuslih.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Beltim, Ikhwan Fahrozi mengatakan dengan adanya penetapan status siaga darurat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Beltim sudah bisa menetapkan anggaran kedaruratan untuk penanganan bencana Non Alam.

“Ini payung hukum kita, malam ini jam 10 kita (TAPD-red) rapat dulu membahas pergesaran anggaran. Kita rekap dan input, besoknya kita rapikan, lalu bawa ke DPRD untuk ‘ketuk palu’,” jelas Ikhwan.

Ikhwan yang juga sekaligus Ketua Tim TAPD menyatakan belum bisa menyebutkan besaran jumlah anggaran darurat yang akan disiapkan untuk penanganan COVID-19. Mengingat jumlah pasti akan ditentukan saat rapat dengan TAPD dan DPRD. “Kalau jumlahnya belum tahu, nanti tunggu rapatnya dulu,” ujar Ikhwan. (yan/kmf/3)

JustForex

Related posts