Pemkab Bateng Ingatkan Koba Tin

  • Whatsapp

Segera Tuntaskan Kegiatan Reklamasi

KOBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah mengingatkan kepada pihak PT Koba Tin untuk segera menuntaskan kegiatan reklamasi yang merupakan bagian penting dari program jaminan penutupan (jamtup) pasca tambang.

Pasalnya, dari ribuan hektare kewajiban reklamasi yang harus dituntaskan oleh perusahaan swasta tersebut, hingga saat ini masih minim realisasinya.

Hal ini diutarakan oleh Staf Khusus Bupati, Syahrial. Dikatakannya, baru-baru ini pihaknya telah menerima tembusan laporan pelaksanaan kegiatan reklamasi yang dilakukan oleh pihak PT Koba Tin. Laporan ini, ditujukan kepada pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

“Kita menerima tembusannya, dan laporan itu ditujukan kepada pihak Kementerian ESDM RI,” tegasnya saat dijumpai belum lama ini.

Diungkapkan Syahrial, pihak PT Koba Tin melaporkan kepada Kementerian ESDM RI bahwa pihaknya telah melakukan reboisasi seluas 10 hektare dan telah melakukan penyiapan lahan yang sudah siap tanam seluas 40 hektare.

“Jadi, menurut laporan yang disampaikan tersebut, pihak PT Koba Tin telah melakukan kegiatan reklamasi seluas 50 hektare, terdiri dari kegiatan reboisasi seluas 10 hektare dan kegiatan penyiapan lahan seluas 40 hektare,” terangnya.

Saat disinggung terkait kebenaran laporan yang disampaikan tersebut, apakah sesuai dengan realisasi di lapangan, diakui Syahrial, hal itu memang baru berdasarkan laporan yang ditembuskan pihak PT Koba Tin kepada Pemkab Bangka Tengah. Sedangkan kebenaran realisasinya, pihaknya belum melakukan pengecekan.

“Itu baru berdasarkan tembusan laporan yang kita terima. Kalau untuk pengecekan, memang tidak ada kita lakukan. Karena kewenangan ini merupakan domain Kementerian ESDM RI. Laporan pun langsung ditujukan kepada pihak kementerian tersebut,” tukasnya.

PT Koba Tin memiliki kewajiban pasca tambang sesuai dengan yang tertuang dalam Kontrak Karya. Dana yang digunakan untuk menyelesaikan program pasca tambang ini, berasal dari anggaran program jamtup PT Koba Tin yang disimpan di BNI dalam bentuk deposito kurang lebih senilai US$ 16 juta. Dana ini, hanya bisa diklaim jika PT Koba Tin menyelesaikan kewajiban pasca tambangnya.

Namun, jika sampai tahun 2018 belum juga menyelesaikan kewajibannya, dana tersebut kembali ke pemerintah dan nantinya melalui Kementerian ESDM RI, pemerintah yang akan menyelesaikan kewajiban reklamasi tersebut dengan menggunakan dana jamtup yang masih tersimpan di deposito. (ran/3).

Related posts