Pemkab Bateng Dukung Tuntutan Mitra Koba Tin

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bangka Tengah berdialog dengan mitra dan mantan karyawan Koba Tin terkait penyelesaian utang Koba Tin kepada Mitra dan Mantan Karyawan Koba Tin, Rabu (01/03/2017).(foto: ran).

Penyelesaian Utang Mitra dan Mantan Karyawan

KOBA – Setelah DPRD Bangka Tengah (Bateng) memberi dukungan terhadap keinginan Mitra dan Mantan Karyawan Koba Tin. Menyusul lagi dukungan dari Pemkab Bateng yang disampaikan Wakil Bupati Ibnu Saleh usai pertemuan dengan belasan mitra dan mantan karyawan diruang kerjanya, Rabu (01/03/2017).

Bentuk dukungan Pemkab Bateng, sama halnya dengan DPRD yakni meminta Koba Tin untuk melaksanakan kewajibannya membayar utang mitra dan mantan karyawan.

Selain itu, mendukung adanya perjanjian kerjasama yang berisi kewajiban membayar utang mitra dan mantan karyawan dalam waktu yang ditentukan.

“Kami mendukung tuntutan dari kawan-kawan mitra dan mantan karyawan Koba Tin yang minta diperjuangkan agar utang-utangnya dibayar. Termasuk dukungan harus ada perjanjian kerjasama sebagai bentuk komitmen pembayaran utang,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Dikatakannya, kelanjutan dari pertemuan tersebut, pihaknya akan mendatangi Dirjen Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyampaikan keinginan dari para mitra dan mantan karyawan.

“Setelah pertemuan ini, langsung ditindaklanjuti ke Kementerian ESDM untuk membahas soal utang mitra dan mantan karyawan. Selain itu, dibahas juga terkait pengajuan pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bakal diserahkan ESDM ke Pemkab Bateng,” tukasnya.

Sementara itu, perwakilan mitra Koba Tin Isnaidi meminta kepada Pemkab Bateng untuk dipertemukan para mitra dengan Dirjen Kementerian ESDM dalam agenda pembahasan utang tersebut.

“Kami berharap kepada Pemkab Bateng untuk mempertemukan mitra dengan ESDM supaya jelas komitmennya untuk bayar utang. Bahkan isi perjanjian kerjasama harus jelas peruntuknnya,” ujarnya.

Intinya, para mitra dan mantan karyawan disegerakan pembayaran utangnya, sedangkan aset Koba Tin sendiri hingga sekarang semakin berkurang tanpa ada pengawasan dari pihak PT Koba Tin.

“Masalah aset Koba Tin ini, jangan sampai menjadi kios dan terjadi konflik sosial. Sudah ada contohnya, masyarakat yang berurusan dengan hukum karena masalah aset Koba Tin,” tuturnya.

Sedangkan Rapli Yuza perwakilan dari mantan karyawan Koba Tin juga meminta pihak ESDM untuk memberi izin jual aset yang ada untuk membayar utang hak-hak tertinggal mantan karyawan.

“Jumlah dananya memang beda-beda, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Tapi, dana itu sangat diharapkan kawan-kawan untuk membantu kebutuhan hidupnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu malam.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemkab Bateng yang turut membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Walau Kontrak Karya sudah berakhir dan status aset milik negara, maka mantan karyawan Koba Tin minta diperhatikan oleh Manajemen Baru Koba Tin. Kami berterima kasih kepada pemprov dan pemerintah daerah yang sudah berupaya membantu. Kabarnya, pihak ESDM meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Babel, Pemda Bateng, dan Pemda Basel,” pungkasnya.

“Intinya, hak-hak karyawan dibayar, soal prosedur seperti apa kami tidak tahu. Kami juga melihat ada komitmen dari Koba Tin untuk membayar, mungkin karena ada masalah, jadi utang mantan karyawan dan mitra belum dibayar,” timpalnya. (ran/3).

Related posts