Pemkab Bateng Canangkan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat

  • Whatsapp
Foto bersama Pencanangan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat yang digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Bangka Tengah, Selasa (15/10/2019). (foto: tamimi).

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mencanangkan program pendidikan karakter berbasis masyarakat yang melibatkan semua lapisan masyarakat dan lembaga.

Kegiatan pencanangan pendidikan karakter berbasis masyarakat tersebut digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Bangka Tengah, Selasa (15/10/2019).

Hadir Bupati Ibnu Saleh, Kapolres Bateng AKBP. Slamet Ady Purnomo, Kepala Kemenag, BKPRMI, Ketua Gentara Bangka Tengah Dairi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKD, OPD, PMI Bangka Tengah, dan unsur terkait lainnya.

“Sesungguhnya pendidikan sebagai gerakan semesta sudah ada dalam darah daging sejarah Indonesia. Ia tak pernah berwujud sebagai program pemerintah semata. Dalam sebuah rapat pada tanggal 5 Februari 1945, Ki Hajar Dewantara menggambarkan salah satunya pemberantasan buta huruf telah lama berkembang sebagai gerakan rakyat masa itu,” ujar Bupati Ibnu Saleh dalam sambutannya usai pencanangan pendidikan karakter berbasis masyarakat tersebut.

Dikatakannya, pendidikan tidaklah bergerak semata-mata karena kegiatan atau program pemerintah. Tetapi, semua orang diandaikan berpartisipasi secara luas dalam segenap aspeknya. Inilah titik terpenting kebaruan dalam strategi Pemerintah Bangka Tengah.

“Tentu saja pemerintah harus menjadi pelaku terpenting didalamnya. Ia harus menjadi pendorong sekaligus fasilitator terkuat,” ungkapnya.

Seperti katanya motto Tut Wuri Handayani karena itu dalam kerangka strategis Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah adalah mengembangkan efektivitas birokrasi melalui pelibatan publik, pelibatan masyarakat dan perbaikan tata kelola. Berdasarkan hal tersebut, maka Pemerintah Bangka Tengah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat.

“Perbup tersebut memuat tujuan mewujudkan masyarakat Bangka Tengah yang berbudaya, menjunjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan dan budi pekerti melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, bertanggung jawab dan rasa ingin tahu,” terangnya.

Dijelaskannya, pada program pendidikan penguatan karakter berbasis masyarakat tersebut Pemerintah Bangka Tengah tidak bisa bekerja sendiri, membutuhkan sikap komitmen dan kerja bersama dalam melaksanakan program secara masif dan simultan. Oleh karena itu, pihaknya mengundang keterlibatan semua lapisan masyarakat dan lembaga untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bangka Tengah yang unggul baik unggul dalam pencapaian kinerja, maupun unggul dalam peningkatan ekonomi kerakyatan dan unggul pembentukan karakter generasi muda khususnya.

“Pencanangan program pendidikan karakter berbasis masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah merupakan langkah awal kita bersama untuk mewujudkan terbentuknya generasi anak bangsa yang religius, nasionalis, berintegritas, mandiri, gotong-royong, mampu beradaptasi dengan lingkungannya berwawasan luas dan berakhlak mulia serta membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan,” tukasnya. (ran).

Related posts