Pemkab Bangka Monev Mahasiswa BUD di Unja

  • Whatsapp
Rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bangka bersama mahasiswa penerima BUD di Fakultas Kedokteran di Universitas Jambi (Unja), Rabu (30/10/19). (foto: istimewa)

 

JAMBI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada mahasiswa penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Fakultas Kedokteran di Universitas Jambi (Unja), Rabu (30/10/19).

Kedatangan rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bangka tersebut disambut oleh Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran Unja serta seluruh mahasiswa penerima beasiswa.

Dekan Fakultas Kedokteran Unja, Humaryanto memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangka yang telah mengirim mahasiswa melalui BUD tersebut. Menurutnya, program tersebut sangat bagus dan jarang dilaksanakan di Indonesia.

“Program ini sangat bagus sekali karena jarang ditemui di Indonesia yang menerapkan program seperti ini dan juga karena program ini baru berjalan satu tahun kami berharap ke depan tetap berkesinambungan agar generasi selanjutnya tetap terjaga,” ungkap Humaryanto.

Pihaknya, kata dia, juga mengatakan rata-rata mahasiswa BUD dari Kabupaten Bangka juga memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif-red) yang cukup bagus.

“InsyaAllah prestasinya sangat bagus, justru ada beberapa mahasiswa yang IPK nya diatas 3,5 hampir cumlaude dan lainnya rata-rata 3 dan IPK 3 itu kita berharap menjadi standar pendidikan kita,” terangnya.

Terkait masalah usulan perjanjian antara Pemkab Bangka dengan mahasiswa, pihaknya mengharapkan agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

“Misalnya sesuai perjanjian mereka mengabdi di Kabupaten Bangka selama tujuh tahun kemudian mereka mau melanjutkan sekolah sehabis intensif di tahun pertama silahkan saja tetapi tidak dihitung masa pengabdiannya,” tambah Humaryanto.

Selain itu ia juga menyarankan Pemkab Bangka untuk membuat perda terkait sanksi yang jelas bagi mahasiswa yang keluar sebelum masa pengabdiannya selesai.

“Misalnya mereka sudah lulus dan menjadi dokter kan harus mengabdi selama tujuh tahun, tetapi sebelum masa tersebut selesai mereka ini keluar kan belum ada aturan yang jelas selama ini, jadi tidak ada konsekuensi secara hukum, nah itu penting bagi Pemkab Bangka untuk membuat perda tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Politik dan Pemerintahan, Dawami memberikan dukungan kepada mahasiswa BUD agar dapat menempuh pendidikan dengan baik.

“Kalian (mahasiswa-red) tidak usah stress, belajarlah dengan rajin, mantapkan niat di hati kalian semua, kami tunggu pengabdian kalian semua, karena profesi dokter di wilayah Kabupaten Bangka masih sangat dibutuhkan sekali,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Bangka, Baharita menyampaikan akan merekrut para dokter tersebut setelah lulus nanti.

“Nanti kalau kalian mau ikut tes PNS tolong pilih di wilayah Bangka, kalaupun bukan PNS, untuk tenaga honorer pun akan kami terima karena mengingat jumlah dokter di wilayah kita masih kurang,” ungkap Baharita. (mla/10)

Related posts