Pemkab Bangka Audit PT Pulomas

  • Whatsapp

Gegara Minta Korting Retribusi Pasir

SUNGAILIAT – PT Pulomas Sentosa, perusahaan penambangan dan pengerukan yang mendapat konsesi mengeruk alur muara Air Kantung Sungailiat di Kabupaten Bangka, kini menjadi perbincangan pemerintah kabupaten setempat. Pasalnya, perusahaan yang mendapat kontribusi menjual material hasil pengerukan ini, meminta korting atau pengurangan retribusi pajak pasir kuarsa ke Pemerintah Kabupaten Bangka.
Kabid Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangka, Arianto mengatakan perusahaan tersebut sudah sejak 2012 lalu membayar pajak dimaksud. Tapi kini di tahun 2019, PT Pulomas mengajukan permohonan pengurangan retribusi pajak dari Rp3.500 menjadi Rp3.000 per ton yang mereka jual ke luar Pulau Bangka.
Dalam data, dari awal Februari 2019 hingga tanggal 14 Agustus 2019 kemarin, PT Pulomas Sentosa sudah mengirimkan 179.814 ton pasir kuarsa ke luar Bangka. Dan dari pengiriman tersebut, Pemkab Bangka hanya mendapatkan retribusi pajak sekitar Rp629.349.000.
“PT Pulomas ini bayar pajaknya tiap kali ngirim, dalam sebulan bisa empat sampai lima kali ngirim. Tahun lalu sampai Rp1,49 miliar retribusi pajak dari mereka,” ungkap Arianto kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).
Namun menurutnya jumlah tersebut akan menurun drastis jika saja pemerintah menyetujui permintaan PT Pulomas untuk mengurangi retribusi pajak meski hanya sebesar Rp500 per ton. Karena itu, Pemkab Bangka saat ini masih mengkaji dan mengaudit administrasi dan keuangan perusahaan ini.
“Sampai saat ini belum ada keputusan, belum tahu kapan hasilnya apakah disetujui atau tidak,” tambah Arianto.
Kepala Inspektorat Bangka, Darius yang menjadi pihak audit perusahaan tersebut mengatakan pihaknya hanya melakukan audit yang diperlukan saja.
“Pada dasarnya kita bukan mengaudit seluruh keuangan PT Pulomas, jadi kita tidak sampai keranah sana. Namun karena ada permohonan perpanjangan keringanan pajak dari mereka dengan berbagai alasan, maka perlu kita audit keuangannya terkait penjualan pasir yang mereka keruk apakah ada keuntungan atau mengalami kerugian, kalau untung gak perlu ada pengurangan pajak.” ungkapnya.
Ia mengatakan pengurangan pajak diperbolehkan namun dengan syarat dan harus memenuhi beberapa kreteria.
“Nanti kita lihat apakah alasan dari PT. Pulomas Sentosa itu sesuai tidak dengan kriteria berdasarkan aturan perpajakkan. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, tidak mungkin kita setujui walau pun secara aturan perpajakkan dibolehkan,” tambahnya.
Selain itu, Darius mengatakan akan melihat legalitas perizinan perusahaan tersebut masih berlaku atau tidak dan melihat laporan pengiriman pasir yang dibawa keluar daerah. Lalu, mengkroscek fakta dilapangan terhadap kinerja PT Pulomas, karena perusahaan tersebut untuk membuka alur muara di Air Kantung agar aktivitas nelayan dalam keluar masuk kapal lebih mudah.
“Izin inikan ada titik koordinatnya, jadi kita akan cek sampai ke situ. Info dari OPD terkait perusahaan itu untuk membantu melakukan pengerukan pasir dalam hal membantu nelayan keluar masuk dermaga yang sering dangkal,” tandas Darius. (mla/1)

Related posts