Pemilik Tambang Lubuk Ditetapkan Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Pencarian satu dari empat korban kecelakaan tambang inkonvensional (TI) rajuk di Desa Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, beberapa waktu lalu. Polisi sudah menetapkan pemilik tambang, Suyanto sebagai tersangka. (foto: Muhammad Tamimi)

LUBUK BESAR – Peristiwa kecelakaan tambang inkonvensional (TI) di Blok 8 Dusun B1 Desa Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang menelan empat korban jiwa pada Selasa lalu (18/6/2019) berbuntut panjang. Pemilik tambang yang diketahui bernama Suyanto (38) warga Desa Lubuk ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bateng.

“Suyanto ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan kegiatan penambangan tanpa izin serta kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah AKP Roby Ansyari seizin Kapolres AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

Roby mengatakan, tersangka diduga melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana diatur dalam pasal 158 Undang-Undang Nomor 04 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, serta pasal 359 KUHP atas dugaan melakukan kelalaian, sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. “Tersangka terancam¬† hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak Suyanto ditetapkan sebagai tersangka, penyidik juga menyita beberapa barang bukti (BB) dari tempat kejadian perkara, seperti satu unit mesin dongfeng 26 PK beserta pompa air, satu buah sakan, satu batang pipa dan alat bukti lain.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Bangka Tengah untuk dilakukan proses lebih lanjut,” kata Roby.

Untuk diketahui, peristiwa laka tambang yang terjadi Selasa lalu tersebut menewaskan empat orang penambang atas nama Suri (38), Gapar (37), Usman (25) dan Yudi. (ran)

Related posts