by

Pemilik Ratusan Balok Timah Masih Misterius

PANGKALPINANG – Penyidik Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga kini belum berhasil menangkap sang pemilik ratusan batang balok timah dan puluhan karung tin slag yang akan dikirim ke Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis malam (7/6/2018) silam.

Sebanyak 171 batang balok timah dan 75 karung sisa pembakaran timah diduga tanpa mengantongi dokumen lengkap tersebut berhasil digagalkan penyelundupannya oleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel di i di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

Kasubdit Gakkum Ditpolair AKBP Irwan Deffi Nasution menuturkan, pihaknya hingga kini belum mengetahui siapa pemilik timah balok dan tin slag diduga illegal itu.

“Jadi, untuk tersangkanya sampai saat ini cuma satu, yakni sopir truk sudah diproses. Sementara itu pemilik timah balok tersebut masih daftar pencarian orang (DPO) dan pemilik barang tersebut, saat ini tidak ada di Bangka,” tutur Nasution dihubungi Rakyat Pos, Rabu (11/7/2018).

Kendati belum mengetahui dimana keberadaan pemilik timah balok dan tin slag itu, dirinya juga mengaku belum bisa memastikan apakah pemiliknya sudah kabur atau belum.

“Yang jelas, kalau dia gak ada saya belum bisa simpulkan yang bersangkutan apakah melarikan diri ataukah sembunyi atau bagaimana ?. Saya belum bisa pastikan itu,” katanya.

Dia menambahkan, penyidik telah menitipkan semua barang bukti di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Pangkalpinanh, sedangkan sopir truk kini mendekam disel lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Masih ada (barang bukti), kan menunggu tahap dua. Kalau sudah tahap dua nanti akan dilimpahkan ke kejaksaan. Truk dan barang buktinya kita titipkan di Rupbasan serta sopirnya kita titipkan di Lapas Tuatunu Pangkalpinang,” sebutnya.

Untuk itu Kasubdit Gakkum menegaskan, pihaknya sudah mengantongi indentitas sang pemilik balok timah tersebut.

“Sudah, sudah ada. Saya gak tahu kalau dia pemain lama atau baru, gak ngerti saya. Yang namanya DPO, tetap kita cari,” tegasnya.

Dalam berita sebelumnya, Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 171 batang balok timah dan 75 karung tin slag, yang diduga illegal.

Penggagalan pengiriman timah tanpa dilengkapi dokumen perizinan ini, dilakukan polisi di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis malam (7/6/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Dari data kepolisian, penangkapan balok timah dan tin slag ini bermula ketika anggota Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel mencegat serta melakukan pemeriksaan terhadap muatan truk dengan nomor polisi (Nopol) BN 8375 XA di Pelabuhan Pangkalbalam.

Saat truk digeledah ternyata berisi ratusan batang balok timah dan puluhan karung tin slag atau sisa pembakaran timah.

Timah balok dan tin slag sebanyak itu berhasil diamankan pada saat anggota tengah melakukan pemeriksaan. Rupanya, sopir truk mengakui pengangkutan barang tersebut tanpa dilengkapi dokumen.

Selain mengamankan barang bukti berupa balok timah dan tin slag tersebut, polisi juga menangkap sopir truk pengangkut barang itu, yakni CA ketika menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam untuk melakukan antrian penyeberangan ke Jakarta melalui kapal roro.

Sopir pengangkut balok timah dan tin slag untuk sementara ini dipersangkakan penyidik Ditpolair telah melanggar Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) akan dipidana dengan hukuman kurungan penjara paling selama 10 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU