Pemilik Pabrik Kecap Ini Cuma Dituntut 3 Bulan Penjara

  • Whatsapp

Padahal Dianggap Terbukti Langgar UU Pangan

SUNGAILIAT – Bos atau pemilik Pabrik Kecap SS cap Gajah, Oesin Effendi alias Jungsin alias Asin, terdakwa dugaan tindak pidana Pangan dan Perlindungan Konsumen, cuma dituntut 3 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Padahal, warga Kelurahan Kuday Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dianggap terbukti bersalah oleh JPU sebagaimana dakwaan dalam sidang tuntutan yang digelar di ruang 1 Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (29/4/2019) tadi siang.

JPU juga menuntut sejumlah barang bukti yang diamankan polisi terdiri dari 52 peti kecap special cap double SS botol kaca 600 ml, 290 dus kecap special cap double SS isi 25×300 ml, 40 bungkus kecap manis ukuran 700 gr, 8 peti kecap manis cap Siong botol kaca, 17 botol kecap mani cap Siong, dan 450 dus kecap manis plastic Cap Siong isi 12×700 gr, serta peralatan lainnya untuk dimusnahkan.

Meski hanya dituntut 3 bulan penjara, Anis selaku penasihat hukum Asin kepada wartawan usai persidangan mengaku akan mengajukan nota pembelaan untuk kliennya.

“Bagaimana pun hasilnya tuntutan ini kita tetap menghargai persidangan karena ini masih proses persidangan. Minggu depan kita ajukan nota pembelaan. Kami akan melakukan musyawarah dulu,” ujarnya.

Dalam pantauan wartawan, usai mendengar pembacaan tuntutan dari JPU Mila Karmila, majelis hakim yang diketuai Sarah Louis, SH, M Hum, dengan hakim anggota Jhonson Parancis, SH, MH dan Beni, SH, MH menunda sidang Senin (6/5/2019) mendatang dengan agenda pembacaan nota pembelaan. 

Untuk diketahui, dalam dakwaan Asin selaku Pemilik Usaha Industri kecap Cap Gajah, pada Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekira pukul 15.30 Wib ditangkap pihak kepolisian di pabrik kecapnya Cap Gajah beralamat di Jl Gang Gajah No.231 Lingkungan Kuday Selatan Kelurahan Kudai Kecamatan Sungailiat. 

Asin diduga sebagai pelaku usaha yang memproduksi dan atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan mutu, ringkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal sebagaimana pernyataan halal yang dicantumkan dalam label, seperti diatur dakwaan kesatu Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf e dan h UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

Dalam dakwaan kedua, Asin didakwa menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan dan atau peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan sebagaimana diatur Pasal 135 jo pasal 71 ayat (2) UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan. Dan ketiga, Asin didakwa memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan sehingga dijerat pasal 140 jo pasal 86 ayat (2) UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan yang ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda Rp4 miliar. (2nd/1)

Related posts