by

Pemilih Milenial Harus Cerdas dalam Memilih

PANGKALPINANG – Panasnya mesin politik menuju pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden langsung (Pilpres) pada 2019 mendatang, akan menjadi faktor utama bahwa penyelenggaran Pemilu 2019 harus menjadi PR bersama dalam meningkatkan pemilu yang aman dan kondusif.

Apalagi pada saat ini, pengaruh media sosial (Medsos) yang semakin panas. Karena perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam menghadapi Pemilu serentak 2019.

Jaringan pendidikan pemilih untuk rakyat (JPPR) Babel melalui devisi anggota manager pendidikan Ibnu Hajar menjelaskan, jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, BBM Messenger, Line, watsapp, Instagram dan media social lainya seakan sudah menjadi trend sekarang dalam penyebaran isu-isu hoak jelang pemilu 2019.

Karena semua jejaring sosial ini, merupakan ruang terbuka yang akan terus dimainkan sebagai media komunikasi politik oleh para elite dalam menciptakan beragam isu-isu pemilu mulai dari kampanye sampai isu hoak yang saling menjatuhkan.

“Kita bisa melihat dan merasakan bagaimana lini masa media sosial saat ini, dipenuhi oleh hoax yang begitu provokatif dan saling menjatuhkan,” imbuhnya dalam rilisnya kepada wartawan Selasa (18/9/2018).

Ibnu juga mengatakan, karena kekuatan besar, pemain medsos khususnya berperan sebagai motifator politik punya kekuatan besar untuk mengulik langsung lawan politiknya melalui sosmed.

“Sebagai pemilih milenial yang cenderung terhadap sosmed harus pandai dalam menggali informasi yang beredar dalam dunia maya, jangan sampai kita terjebak dalam isu negatif yang saling menjatuhkan satu sama lain antar calon. Pemilih milenial harus cerdas dalam memilih, karena dalam tataran demokrasi yang aman dan kondusif harus menjadi simbol kesuksesan demokrasi di Indonesia. Para politisi tentu juga sudah sadar bahwa media sosial sudah menjadi arus utama informasi bagi pemilih milenial,” tutupnya. (raw/3).

Comment

BERITA TERBARU