by

Pemilih Cerdas Anti Golput

Oleh: Abdul Hadi Robby
Pemuda Desa Sungaiselan / Alumnus Fisip Ubb

Detik-detik Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Legislatif di Indonesia sudah di depan mata. Tanggal 17 April 2019, merupakan hari pesta demokrasi bagi masyarakat, karena mereka bisa mengeluarkan suara atau hak pilih untuk memilih pemimpin sesuai dengan pilihan hatinya. Sebagai masyarakat, tentu mempunyai sebuah harapan besar terhadap Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang terpilih nanti, agar bisa menjalankan amanat suci dari rakyat dengan baik, sehingga kesejahteraan pun dapat terealisasikan. Terdapat dua kandidat calon Presiden dan Wakil Predisen yang akan memperebutkan satu kursi untuk menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan di Indonesia. Pasangan pertama diusung dari Partai PDIP yaitu Joko Widodo berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Pasangan kedua diusung Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Menjelang Pemilihan Umum terdapat beberapa masalah dan kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat secara berulang-ulang, salah satunya yang sering kita sebut dengan golongan putih (golput). Golput adalah suatu tindakan untuk tidak menggunakan hak suaranya untuk memilih pada saat pemilihan umum (pemilu) dengan berbagai faktor dan alasan. Biasanya golput dilakukan dengan tiga cara, yang pertama memberikan suara kosong (tidak mengisi sama sekali), yang kedua memberikan suara yang tidak valid (menusuk lebih dari satu gambar partai/ kandidat), dan yang ketiga tidak datang kebilik suara (TPS).
Situasi golput ini merupakan bentuk protes dan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap para pemimpin yang dipilih serta janji-janji politik yang tidak pernah direalisasikan. Dengan kata lain golput adalah sebuah tindakan sadar untuk tidak memilih karena kurangnya kepercayaan terhadap calon kandidat. Perlu diketahui golput memang merupakan hak bagi setiap warga negara, namun golput juga bukanlah tindakan yang bertanggung jawab, karena hal itu menunjukkan sikap ketidakpedulian terhadap nasib bangsa sendiri. Selain itu, golput juga dapat mengakibatkan kualitas demokrasi dan partisipasi publik menjadi menurun.
Golput bukanlah pilihan cerdas. Selain bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai patriotisme dan negarawan, golput juga memberikan peluang terpilihnya politisi busuk masuk dalam lingkaran kekuasaan. Jadi, masyarakat harus benar-benar jeli dan menebalkan iman untuk tidak terjebak dan termakan rayuan para calon eksekutif dan legislatif yang menggunakan strategi kotor atau buruk untuk memenangkan kursi kekuasaan.
Untuk itu, disini saya mengajak semua masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dengan cara meningkatkan partisipasi dalam pemilihan umum dan anti golput. Ingatlah, suatu pemerintahan harus terbentuk berdasarkan ketentuan hukum dan konstitusi, sehingga dapat dikatakan memiliki legalitas. Oleh karenanya, pemerintah harus legitimate, artinya disamping legal harus dipercaya rakyat. Setiap pemerintahan yang demokratis dalam pemilihan kepala daerah didasarkan pada hasil pemilihan umum yang demokratis. Jadi golput bukan solusi untuk menciptakan perubahan ke arah lebih baik bagi bangsa ini.

Buanglah jauh-jauh pikiran untuk golput, namun tanamkanlah pikiran untuk berpartisipasi dalam menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin rakyat. Sisihkanlah sedikit waktu untuk hadir ke TPS untuk memberikan suara, karena satu suara saja sangat berpengaruh dan sangat penting bagi calon pemimpin dan keberlangsungan kehidupan kita kedepannya. Pilihlah pemimpin berdasarkan hati nurani dengan melihat kualitas dan track recordnya selama ia berkecimpung dalam dunia politik.

Sebagai masyarakat kita harus memberikan kepercayaan dan dukungan penuh terhadap siapa pun Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif (DPD,DPR dan MPR) yang terpilih nanti, karena ini adalah hasil pilihan bersama dari pemilihan umum. Dengan adanya rasa percaya dan dukungan dari masyarakat, tentu hal ini akan membuat pemerintah dan seluruh jajarannya menjadi semangat dalam membuat kebijakan yang dapat mensejahterakan rakyat.

Strategi jitu mengajak masyarakat untuk tidak golput dalam pemilihan umum adalah dengan cara mensosialisasikan dampak negatif dari golput dan mensosialisasikan akan pentingnya partisipasi dalam pemilu. Adapun hal lain yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi golput yaitu dengan cara menepati dan merealisasikan semua janji-janji yang pernah di janjikan, karena pada dasarnya golput terjadi sebagai wujud dari kekecewaan masyarakat terhadap janji-janji politik yang tidak pernah direalisasikan.

Untuk itu, bagi pemerintah dan masyarakat harus saling percaya dan mendukung demi tejalin dan terbentuknya kehidupan sosial budaya yang semakin baik. Adapun saat ini, yang perlu untuk kita dukung dan sukseskan bersama adalah Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif di Indonesia. Ingat! pemilih cerdas adalah pemilih yang selalu berpartisipasi dalam pemilu dan tentunya anti golput.(***).

Comment

BERITA TERBARU