by

Pemda Diminta Inventarisir Daerah Rawan Banjir

Hendra: Harus Dicari Sumber Penyebabnya

SUNGAILIAT – Ketua Komisi III DPRD Bangka Hendra Yunus meminta bencana banjir yang terjadi di Belinyu maupun di Desa Kayu Besi, Kecamatan Puding Besar untuk menjadi pelajaran. Pasalnya, telah terjadi setiap tahun di Kabupaten Bangka sehingga perlu diinventarisir daerah mana saja yang rawan banjir.

“Ini kan setiap tahun, yang terakhir ini kembali juga terjadi banjir sehingga titik-titik rawan perlu diperhatikan. Di data sejak awal dan diinventarisir daerah mana saja rawan banjir seperti Kayu Besi dan Bantan, Belinyu. Harus dicari dari mana sumber penyebabnya,” kata Hendra di ruang kerjanya, Selasa (13/2/2018).

Menurut Hendra, perlu dilakukan antisipasi kedepan mana saja daerah rawan banjir dan harus diperbaiki. Pihaknya juga berjanji akan turun kembali ke lapangan bersama dinas terkait seperti untuk meninjau jembatan yang rusak.

“Kita ingin melihat sejauh mana kondisi kerusakan sarana dan prasarana untuk segera diperbaiki dengan anggaran pemerintah daerah. Apabila dana penanggulangan darurat tidak mencukupi bisa rasionalisasi anggaran, untuk itu kami minta dinas terkait khususnya dinas PU untuk menginventarisir dulu titik mana saja yang rusak akibat banjir, khususnya jembatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, inventarisir untuk mengetahui dimana saja titik rawan banjir, jembatan rusak hingga kalkulasi anggaran guna penanggulangannya. Sehingga akibat bencana banjir dan jembatan rusak jangan sampai terjadi adanya warga yang terisolasi.

“Intinya harus ada jalan untuk dilewati, jangan sampai warganya terisolasi. Perlu penanggulangan SKPD terkait, termasuk juga bantuan dari dinas sosial sehingga masyarakat yang terkena banjir terbantu. Dinas yang ada harus menyiapkan bantuan untuk masyarakat,” tandasnya.

Banjir yang kerap terjadi tiap tahun ini, kata dia lagi, perlu diambil langkah lanjutan yang bila dana daerah tak memungkinkan maka harus mampu melobby dana bantuan dari pusat. Seperti banjir di daerah Kayu Besi, politisi Demokrat ini menilai perlu adanya pembangunan bantaran sungai sehingga air tidak meluap ke pemukiman warga saat hujan curah tinggi.

“Harus dicari alternatif anggaran dari pusat untuk menanganinya bila dana kita tidak cukup. Seperti di Kayu Besi bisa kita talud-kan di sepanjang bantaran sungai. Karena tiap tahun pasti terjadi, harusnya tidak terulang sehingga perlu diinventarisir dan antisipasi kedepannya,” tutupnya.

Banjir yang melanda di Belinyu beberapa hari lalu mengakibatkan dua unit jembatan rusak parah sehingga memutuskan akses penghubung bagi warga di daerah itu. Jembatan kayu ini berlokasi di Jalan Bantam dan Desa Bubus wilayah Kecamatan Belinyu.

Terpisah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Satpol PP Kabupaten Bangka A. Fauzi mengungkapkan di Desa Kayu Besi Kecamatan Puding Besar, saat ini air berangsur surut. Namun dia berharap warga tetap waspada mengingat cuaca di Bangka diprediksikan masih sering turun hujan dengan intensitas tinggi.

Petugas, lanjut Fauzi, tetap disiagakan berikut posko pengungsian minimal selama tiga hari sejak peristiwa banjir pada Minggu (11/3/2018) lalu. Posko dan dapur umum didirikan selama tiga hari.
“Mudah-mudahan tidak terjadi banjir lagi,” kata Fauzi.

Ia berharap bisa segera menginformasikan ke pihak terkait jika ada banjir ataupun bencana lainnya. Warga juga diminta tidak berada di jalur sungai atau kawasan rendah saat hujan turun, guna mengantisipasi adanya korban jiwa.(2nd/10)

Comment

BERITA TERBARU