Pembunuhan Sadis Belilik, Pelaku Habisi Korban Karena Tersinggung Masalah Pribadi

  • Whatsapp
Kapolres Bangka Tengah AKBP. Slamet Ady Purnomo didampingi Kabag Ops AKP. Yudha Wicaksono dan Kasat Reskrim Iptu. Mulya Sugiarto menggelar press release kasus pembunuhan di Desa Belilik Kecamatan Namang, Senin (11/05/2020) di Mapolres Bangka Tengah. Barang bukti berupa sajam, pisau, baju, dan HP milik korban dan pelaku. (Tamimi).

RAKYATPOS.COM, KOBA – Pembunuhan sadis di Desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah pada kamis pekan kemarin disebabkan oleh ketersinggungan pelaku atas tindakan korban yang menyebutkan masalah pribadi kepada pelaku.

Akibatnya, karena pelaku tersinggung kemudian langsung naik pitam melukai korban. Tak puas, pelaku pun membacok korban menggunakan sajam jenis parang kearah tubuh korban secara berkali-kali dari bagian kepala hingga bagian tubuh.

Hal itu disampaikan Kapolres Bangka Tengah AKBP. Slamet Ady Purnomo didampingi Kabag Ops AKP. Yudha Wicaksono dan Kasat Reskrim Iptu. Mulya Sugiarto disela-sela kegiatan Press Release di Polres Bangka Tengah, Senin (11/05/2020).

Dikatakannya, pelaku merasa tersinggung atas ucapan korban yang meremehkan pelaku dalam segala kerja lantaran tidak becus dan wajar istrinya tidak mau dengan pelaku lagi serta mengeiek bahwa anaknya tersebut bukanlah anaknya, maka pelaku emosi dan terjadilah perkelahian bergulat.

Baca Lainnya

Keduanya saling serang dan mengambil senjata tajam jenis parang dan pisau yang ada di pondok itu atas tindak pidana korban mengalami luka di sekujur tubuh bagian fatal, seperti kepala, lengan tangan kanan dan punggung serta perut dan korban meninggal dunia.

“Kejadian tersebut terjadi pada hari kamis tanggal 07 Mei 2020 sekira pukul 18.00 WIB di pondok kediaman Edo Alias Hidol yang beralamatkan di jalan Raya Koba KM 27 RT.005 RW.001 Desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Sehubungan dengan Laporan Polisi N0.Pol: LP/B-78/V/2020/BABEL/Res Bateng/ SPKT.Sek Namang, tanggal 07 Mei 2020,” ungkapnya.

Ia menceritakan luka yang dialami korban mengalami luka bacok pada bagian belakang kepala, sehingga pecah dan hancur mengalami luka bacok pada lengan tangan sebelah kanan hingga hampir putus. Mengalami luka sayatan pada pipi sebelah kanan sebanyak satu kali.

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian punggung sebanyak 1 satu kali mengalami luka sayatan di bahu belakang sebanyak dua kali
mengalami luka sayatan pada bagian perut,” tuturnya.

Adapun senjata yang digunakan satu bilah senjata tajam jenis pisau terbuat dari besi dengan panjang keseluruhan kurang lebih 26 cm dua puluh enam centimeter. Satu bilah senjata tajam jenis parang bergagangkan kayu warna coklat muda dengan panjang kurang lebih 57 cm lima puluh tujuh centi meter.

Satu bilah senjata tajam jenis parang bergagangkan kayu warna coklat muda dengan panjang kurang lebih 47 cm.

“Terkait penyelidikan, bukti, keterangan saksi-saksi, dan keterangan pelaku, maka kami masih menerapkan Undang-undang KUHP pasal 338 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya.

“Terkait pasal berencana, kami masih mendalami lebih jauh dan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Untuk rekonstruksi diperkirakan dalam waktu dekat,” tambahnya. (ran).

Related posts