Pembunuh Nahkoda Mendekam di Rutan

  • Whatsapp

Pelaku Kesal Sering Dimarahi

PANGKALPINANG – Pelaku pembunuhan terhadap nakhodanya sendiri, yakni MF alias FM untuk saat ini telah diringkus aparat dan mendekam di Sel Rumah Tahanan (Rutan) Ditpolairda Babel.
Sang nahkoda, Kayan (57) menghembuskan nafas terakhir setelah ditusuk oleh anak buah kapal (ABK) nya sendiri di kapal nelayan/jaring KM. Laut Indah.
Warga asal Palembang tersebut langsung terkapar bersimbah darah dan anak buahnya yang masih berusia 32 tahun itu pun langsung melarikan diri setelah membunuh bosnya.
“Pelakunya, anak buahnya sendiri, ABK. Ini TKP nya di kapal laut di Perairan Permis, Kabupaten Bangka Selatan,” beber Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im dalam press rilis di ruang Bidhumas Polda Babel, Kamis (18/5/2017) siang.
Ia menuturkan, bos kapal tersebut dibunuh oleh ABK nya ketika sedang menangkap ikan menggunakan jaring di sekitar Laut Permis pada Rabu (17/5/2017) sekira pukul 20.00 Wib.
“Pelaku menusuk korban di bagian dada sebanyak satu kali dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan korban langsung tersungkur. Penusukan diakibatkan karena korban cekcok mulut dengan pelaku, dimana pelaku sering memarahi korban pada saat bekerja menjaring ikan,” tuturnya.
Menurut Abdul Mun’im, ABK tersebut tega membunuh bosnya sendiri lantaran dipicu kekesalannya yang kerap kali dimarahi ketika bekerja.
“Motifnya karena awalnya cekcok, pelaku kesal dengan korban. Setelah terjadi penusukan, dua orang saksi ABK baru mengetahui,” terangnya.
Pelaku pembunuh bosnya itu sempat melarikan diri, namun keburu ditangkap anggota Ditpolairda Babel yang sedang berpatroli di perairan itu.
“Kebetulan ada kapal patroli Polair lewat. Kini, pelaku sudah diamankan di Rutan Ditpolairda Babel guna diproses lebih lanjut,” jelasnya.
Mun’im menambahkan, sebelum dibawa ke pihak keluarga, jenazah nahkoda kapal itu sempat divisum oleh tenaga medis di puskesmas setempat.
“Korban sudah dilakukan visum di Puskesmas Sungaiselan dan telah dibawa keluarganya di Sungaiselan. Pelakunya hanya satu orang,” tandasnya. (bis/6)

Pos terkait