Pembobol Brangkas SMAN 1 Toboali, Didor

  • Whatsapp
Tim Gabungan Polres Basel dan Polsek Toboali foto bersama tersangka pembobol brangkas SMAN 1 Toboali, yang berhasil ditangkap, Senin (21/10/2019) malam. (foto: dedy irawan).

Coba Kabur dan Dorong Petugas ke Kolong
Tersangka, Resedivis Kasus Pencurian

TOBOALI – Tim Gabungan Polres Bangka Selatan dan Polsek Toboali, terpaksa menembak tersangka pembobol brangkas SMA Negari 1 Toboali. Pelaku mencoba melawan petugas dan melarikan diri ketika akan ditangkap Senin (21/10/2019) malam.

“Tersangka dengan inisial LN, kami berikan tindakan tegas terukur, karena mencoba melarikan diri dengan cara mendorong anggota hingga anggota terjatuh di kolong saat hendak diamankan. Selain itu tersangka LN ini merupakan residivis kambuhan kasus pencurian dan curanmor,” Kata Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji melalui Kabag Ops, Kompol Rusnoto kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, tersangka ternyata juga melakukan tindak pidana pencurian di SMPN 6 Keposang selain membobol brangkas milik SMAN 1 Toboali. “Tersangka ini kami amankan karena melakukan tindak pidana pencurian di dua TKP, yakni SMPN 6 dan SMAN 1,” kata dia.

Kabag Ops menjelaskan, terbongkarnya perkara pembobolon brangkas SMAN 1 Toboali ini, berdasarkan pengembangan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian di SMPN 6 Keposang.
“Berdasarkan keterangan tersangka, pembobolan brangkas SMAN 1 dilakukan bersama dua orang rekannya yakni AG dan IR,” jelas Rusnoto.

Berbekal informasi tersebut, Tim Gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Albert Daniel Tampubolon dan Kapolsek Toboali, IPTU Yandri C Akip serta Kanit Reskrim IPDA Rio Tarigan kemudian bersama anggota melakukan pengembangan. Tak lama, polisi berhasil mengamankan AG tersangka lainnya dalam kasus pembobolan berangkas SMAN Toboali.

“Berdasarkan pengembangan kami berhasil mengamankan Anggi tersangka lainnya yang saat itu sedang nongkrong di Pantai Laut Nek Aji. Sedangkan untuk tersangka atas nama Irak telah melarikan diri ke Palembang dan tidak diketahui alamatnya,” jelas dia.

Setelah berhasil menangkap kedua tersangka, kemudian anggota meminta untuk ditunjukkan tempat mereka menyimpan brangkas. Lantas, anggota dan tersangka menuju ke lokasi pembuangan di wilayah PDAM dekat kolong bekas tambang. Akan tetapi brangkas yang dibuang tidak ditemukan. Polisi hanya menemukan sisa buku bon, steples, 9 buah pulpen dan laci yang tersimpan di berangkas.

“Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni, satu unit sepeda motor Scopy warna merah putih, sisa buku bon, 9 buah pulpen dan laci kecil yang tersimpan di dalam brangkas. Sedangkan untuk TKP SMPN 6 Keposang, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop merek Lenovo,” paparnya.

Rusnoto menambahkan, saat ini kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan ke Mapolres Bangka Selatan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Atas kejadian tersebut SMAN 1 Toboali mengalami kerugian materil mencapai Rp70.000.000,” pungkasnya. (raw/1)

Related posts