by

Pembinaan Atlet Tenis Meja Terkendala Dana dan Pelatih

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup 2018 yang digelar KONI Kabupaten Bangka bersama Pengkab PTMSI di GOR Orom Sungailiat, Sabtu (3/112018).

Muhkti: Selama Ini Atlet Otodidak

SUNGAILIAT – Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bangka Mukti Ali menilai potensi atlet tenis meja di Kabupaten Bangka cukup besar. Namun untuk pembinaan, menurutnya, harus benar-benar dipikirkan karena pembinaan tidak bisa satu dua tahun tapi perlu berkelanjutan.

“Kita belum ada pembinaan rutin oleh stakeholder. Padahal pembinaan bukan hanya sekedar pertandingan. Kita harapkan KONI Bangka untuk melakukan pembinaan,” ujar Mukti usai pembukaan Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup di Stadion Orom, Sungailiat, Sabtu (3/11/2018).

Dia mengatakan masalah yang muncul dalam pembinaan adalah persoalan anggaran dan pelatih. Sejauh ini, kata dia, belum ada pelatih tenis meja yang mumpuni.

“Selama ini kita pakai pelatih dari pemain itulah dan otodidak, tidak ada latihan khusus. Yang penting maen saja, latih tanding tidak ada pembentukan khusus sehingga sulit mencetak atlet berskala nasional,” bebernya.

Lebih lanjut Mukti menuturkan, olahraga tenis meja memang tidak begitu populer, tidak seperti bulu tangkis dan sepak bola sehingga sulit mengajak anak-anak bermain tenis meja, apalagi sekolah sudah menerapkan full day school.

Sementara untuk di ajang Porprov ke-V Bangka Belitung, dia menambahkan, cabang tenis meja sudah mempersiapkan tiga atlet putra dan putri untuk bertanding. “Persiapan kita untuk Porprov sudah 90 persen karena sudah tahap terakhir, sudah TC di Hotel Manunggal. Harapan kita masih menjadi juara bertahan untuk perolehan emas,” katanya.

Diikuti 189 Atlet

Sementara itu, sebanyak 189 atlet mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup 2018 yang digelar KONI Kabupaten Bangka bersama Pengkab PTMSI di GOR Orom Sungailiat, Sabtu-Minggu (3 – 4 November 2018).

Mukti Ali mengatakan, kejuaraan tersebut udah tiga kali dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu. Tetapi, ujar dia, ada sebagian daerah yang tidak mengirimkan atletnya karena anggaran terutama dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

“Pertandingan ini mempertandingkan tujuh kategori pemula putra-putri, yunior putra-putri, senior putra-putri, umum, 40 plus dan mengadakan pertandingan eksekutif yang akan diikuti oleh PT DAK dan PT Timah Tbk,” jelas Mukti Ali.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bangka Denny Hasbi menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Bangka sebagai upaya KONI untuk meningkatkan prestasi terutama untuk para atlet di Kabupaten Bangka.

“Kami harapkan kegiatan ini bukan hanya euforia saja diharapkan para atlet bisa menjadi duta-duta Kabupaten Bangka yang akan berkompetisi di tingkat regional maupun nasional,” harap Denny.

Turnamen tersebut, lanjutnya sebagai salah satu ajang persiapan bagi para atlet yang akan mengikuti Porprov pada tanggal 24 November hingga 3 Desember 2018 akan menghadapi Porprov Babel di Kabupaten Bangka Tengah.

Menurutnya, KONI Kabupaten Bangka sudah menyiapkan atletnya untuk mengikuti 22 cabang olahraga tetapi ada satu cabang olahraga yakni tinju yang tidak dipertandingkan karena kendala teknis dan tidak kesiapan dari cabor tersebut.

“Kita berdoa mudah-mudahan Porprov Babel di Bangka Tengah target KONI Bangka yakni nomor dua juara umum bisa tercapai karena kami menyadari penyebaran atlet di cabang olahraga itu sekarang sudah tersebar di Bangka Selatan, Bangka Tengah, Pangkalpinang. Alhamdulillah, di Bangka Belitung cabang-cabang olahraga itu ada peningkatan,” ungkap Denny.

Sementara itu, Wakil Ketua Koni Provinsi Babel Bambang Patijaya berharap dengan adanya kejuaraan ini banyak melahirkan atlet muda yang berprestasi. Meskipun tenis meja belum merupakan olahraga unggulan tetapi ini bisa ditingkatkan.

“Apa yang dilaksanakan pengkap tenis meja Kabupaten Bangka merupakan salah satu upaya untuk mencari bibit baru, “kata Bambang. (snt/10)

Comment

BERITA TERBARU