Pemberian Izin Praktek Dokter dan Bidan Diperketat

  • Whatsapp

Kadinkes Imbau Dinkes Kab/Kota Selektif

PANGKALPINANG- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Bangka Belitung (Babel), Mulyono Susanto mengimbau agar dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota dapat lebih selektif dalam pengeluaran izin praktek kepada dokter maupun bidan di wilayahnya masing-masing.

Ia menyebutkan, untuk pemberian izin praktek umumnya sudah disesuaikan dengan peraturan menteri kesehatan yang terbaru tentang pelayanan kesehatan. Semua itu, katanya, telah diatur, terutama untuk izin klinik dengan banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita harapkan seluruh dinkes evaluasi perizinan yang dikeluarkan dan melakukan pembinaan, kalau kita tak lakukan pembinaan muncul kasus-kasus, dan dalam Permenkes terbaru itu kita harap bisa diikuti,” kata Mulyono kepada wartawan, Rabu (1/2/2017).

Dikatakan Mulyono, selain izin dari dinas, organisasi yang menaungi dokter atau bidan juga diminta untuk mengawasi dan membina anggotanya. Organisasi tersebut yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

“Semestinya dalam organisasi profesi harus ada nilai-nilai angka kredit untuk izin praktek, itu dikelola organisasi profesi, disitulah pentingnya pembinaan, izin bisa keluar jika kredit point memenuhi, kami juga berharap agar organisasi profesi itu mengontrol anggotanya, dibekali pelatihan dan pembinaan,” pintanya.

Disinggung sanksi jika ada petugas kesehatan yang melanggar, Mulyono menegaskan, untuk sanksi dikeluarkan oleh organisasi yang mengeluarkan izin, bahkan bisa berujung pencabutan izin praktek.

“Kami sudah menyurati dinkes untuk mengeluarkan sanksi dari organisasi yang mengeluarkan, kami berharap agar tidak terjadi lagi hal-hal yang negatif dan semua bisa patuh dan taat pada aturan,” kata Mulyono. (nov/10)

Related posts