by

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Madu Kelulut

-Opini-107 views

Oleh: Novela Sumalia
Mahasiswi Sosiologi FISIP UBB

Di era globalisasi seperti sekarang, kebutuhan setiap individu didalam masyarakat semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh tuntutan zaman yang semakin kompleks. Ketika masyarakat tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka, maka yang akan terjadi adalah kemiskinan. Acap kali kemiskinan terjadi saat mereka tidak mempunyai lapangan pekerjaan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka. Sekarang pemerintah sudah mulai mencanangkan program pemberdayaan masyarakat di berbagai desa. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai social. Secara konseptual pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk melepaskan masyarakat dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan agar terciptanya masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Disini pemerintah sepenuhnya harus melibatkan masyarakat mulai dari kegiatan pelatihan untuk membuka wawasan serta pengetahuan masyarakat sampai kepada pelaksanaan kegiatan usaha yang dilakukan. Di Bangka Belitung sendiri tepatnya di desa Pangkal Niur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, terdapat salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu budidaya Madu Kelulut atau dalam bahasa daerahnya madu pelakat. Desa Pangkal Niur memiliki potensi yang besar untuk melakukan budidaya Madu Kelulut ini. Madu kelulut ini, awalnya dibudidaya oleh salah seorang warga bernama Ratno. Pak Ratno bisa melakukan budidaya Madu Kelulut ketika ia mengikuti kegiatan pelatihan dari pemerintah tentang budidaya madu ternak dengan didampingi pakar budidaya madu dari Bogor.

Selama ini, masyarakat Desa Pangkal Niur melakukan budidaya madu hanya mengandalkan madu alam dengan menggunakan peralatan yang masih sangat tradisional. Tetapi, dengan adanya budidaya Madu Kelulut ini, masyarakat desa Pangkal Niur tidak perlu susah untuk mencari madu ke hutan. Mereka hanya mencari bibit madu ke hutan mangrove dan melakukan budidaya madu di hutan adat tepatnya di perkebunan tempat mereka bekerja sebagai petani karet, sawit dan sahang. Sebelumnya, Pak Ratno tidak terpikirkan untuk budidaya Madu Kelulut ini, tetapi ia melihat potensi yang dapat dimanfaatkan di desa Pangkal Niur salah satunya Madu Kelulut. Madu Kelulut sangat mudah di budidaya, sebab madu ini aman untuk diternak walaupun di dekat permukiman. Setelah itu, ia mencoba membuat sarang Madu Kelulut, serta melakukan uji coba terhadap budidaya Madu Kelulut tersebut.

Ternyata, hasil panen pertama yang ia dapat tidak begitu mengecewakan, mengingat baru hasil percobaan. Pak Ratno sedikit demi sedikit mencari bibit Madu Kelulut untuk di budidaya hingga sekarang, sudah mencapai 50 sarang Madu Kelulut. Dari kegiatan usaha yang dilakukan, Pak Ratno mengajak teman-temannya untuk bergabung melakukan budidaya Madu Kelulut. Hal ini dapat menambah pendapatan perekonomian serta meningkatkan kebutuhan sehari-hari mereka. Kegiatan yang mereka lakukan dapat menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dari hasil panen Madu Kelulut yang didapat, masyarakat Desa Pangkal Niur menjualnya sesuai dengan pesanan hingga daerah-daerah luar Bangka Belitung, seperti ke Medan, Palembang, dan Jakarta. Hasil Madu Kelulut ini, juga dijual dengan dibantu oleh UMKM Desa Pangkal Niur. Ada pula hasil Madu Kelulut ini ditampilkan pada pameran maupun bazar hingga ke tingkat nasional. Sekarang Madu Kelulut yang dibudidaya oleh Pak Ratno sudah mendapat izin produksi atau disebut dengan sertifikat PIRT. Mengingat Madu Kelulut merupakan salah satu produk lokal yang memiliki nilai jual cukup tinggi serta sangat minim ditemui.

Apabila budidaya Madu Kelulut ini dilakukan secara berkelanjutan, maka dapat menjadi salah satu program pemberdayaan yang sukses dikalangan masayarakat desa. Untuk itu, harus adanya evaluasi terhadap perencanaan yang dilakukan. Dalam hal ini sangat membutuhkan keterlibatan pemerintah seperti bantuan dalam hal pemasaran, agar produk lokal yang masyarakat desa tawarkan menjadi lebih dikenal dikalangan masyarakat luar, serta meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi. Ini melihat masyarakat Desa Pangkal Niur sendiri kreatif serta inovatif untuk meningkatkan pendapatan perekonomian mereka. (***).

Comment

BERITA TERBARU