Pembangunan Tower BTS Komplek RSS Ilegal

  • Whatsapp

Belum Kantongi IMB
Sudah Disegel, Masih Diteruskan
Warga Tolak Tandatangan

SUNGAILIAT – Warga kompleks RSS Sungailiat Kabupaten Bangka menolak pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) di atas lahan rumah Djapri, warga setempat.
Selain mempertanyakan perizinan BTS, penolakan tersebut karena warga khawatir terkena dampak yang ditimbulkan oleh tower BTS.
Ketua RT 05 Blol IV komplek RSS, Suyono Achmad mengatakan ada dua warganya yang berada di radius tower menolak pembangunan tersebut.
“Dua warga kami, ibu Yuyun sama pak Dahrim tidak mau tandatangan persetujuan pembangunan tower itu karena mereka ini masuk dalam radius tower. Pada intinya kami semua juga tidak setuju adanya tower itu,” ungkapnya, Kamis (24/5).
Tower tersebut rencananya akan dibangun setinggi 42 meter sehingga pemilik tower harus meminta persetujuan seluruh warga yang terdapat pada radius 53 meter dari tower.
“Jadi beberapa rumah yang berada pada radius tersebut ada yang bersedia tandatangan dan mendapat kompensasi tapi ada juga yang tidak seperti ibu Yuyun ini,” terangnya.
Dirinya merasa janggal terhadap pembangunan tower yang masih berlangsung meskipun beberapa waktu lalu telah disegel pihak Satpol PP Bangka lantaran belum memiliki IMB.
“Tower itu disegel karena memang belum ada izin tapi tadi ada warga kami lihat pembangunannya malah diteruskan lagi, berarti mereka tidak peduli dengan segel itu. Sedangkan izin ini baru bisa keluar kalau seluruh warga yang berada diradius itu setuju semua (tandatangan),” pungkas Yono.
Sementara pemilik lahan tower, Djapri terkait dengan pembangunan BTS mengaku bahwa sudah mendapatkan izin dari pihak Satpol PP Bangka sendiri sendiri untuk tetap melanjutkan pembangunan tower kendati telah disegel.”Kemarin memang disegel tapi sekarang sudah dapat izin dari Satpol PP karena yang bangun inikan orang Jawa dan mau pulang kampung buat lebaran jadi diizinkan, ditambah lagi pengurusan IMBnya juga sedang berjalan,” ungkapnya.
Djafri mengklaim pihaknya sudah mendapatkan persetujuan warga yang berada pada radius tower, hanya satu warga saja yang masih belum bersedia tandatangan.
“Cuma ibu Yuyun saja yang belum karena kami tidak tau kalau lahan kosong di belakang tower ini sudah dibelinya. Memang tower ini lokasinya di RT 6 Gang Raya, tapi lokasinya perbatasan dengan RT 5,” terangnya.
Sementara, Kabid Penegakan Perda, Achmad Suherman membantah pihaknya memberikan izin meneruskan pembangunan BTS yang sudah disegel.
menurutnya, pembangunan tidak bisa dilanjutkan selama belum mendapatkan izin dari pemda.
“Memang benar kami segel tower itu karena memang belum ada izin, tapi kalau tower di Surya Timur tidak masalah sudah ada izinnya. Pengajuannya memang sama karena masih satu perusahaan tapi yang gang raya ini belum bisa karena masalah izin tadi,” ungkapnya.
Dikatakannya, Satpol PP sudah melaporkan permasalahan itu ke Bupati secara lisan dan masih menunggu instruksi untuk tindakan selanjutnya.(mg419/6)

Related posts