Pembangunan SPAM Sungai Padang Mubazir

  • Whatsapp
SPAM Desa Sungai Padang yang sejak selesai dibangun 2016 lalu, belum pernah difungsikan. SPAM bernilai hampir 3 miliar itu, dibiarkan tidak terawat dan mubazir. (Foto: Bastiar Riyanto)

Gaji Penjaga SPAM Setahun tak Dibayar

SIJUK – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Belitung sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, belum pernah sekalipun difungsikan.

Pembangunan SPAM menggunakan dana APBN senilai hampir 3 miliar itu, seyogyanya bisa menjadi solusi air bersih mengalir ke rumah-rumah warga.

Kondisi bangunan SPAM dibiarkan tidak terawat dikelilingi semak belukar. Parahnya lagi, gaji penjaga SPAM sudah satu tahun tidak dibayar.

Parti, warga Sungai Padang mengaku ditunjuk oleh pegawai PU Provinsi Babel berinisial SH bekerja menjaga SPAM dari mulai pembangunan.

“Saat masih tanggungjawab kontraktor gaji saya selalu lancar. Tapi setelah diserahkan ke Dinas PU gaji saya tidak dibayar lagi,” sesalnya.

Parti merasa kecewa dan menganggap pegawai PU provinsi tersebut tidak bertanggung jawab. Karena nasibnya terlantarkan Parti akhirnya tidak mau lagi menjaga SPAM Sungai Padang.

Sekretaris LSM Petir, Tasyadi menyayangkan banyaknya SPAM yang tidak berfungsi baik di Kabupaten Belitung, padahal tidak sedikit uang rakyat yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Sudah banyak SPAM jadi proyek mubazir,” singgung Tasyadi geram.

Sementara Kades Sungai Padang, Firdaus mengaku sempat ditawari oleh Dinas PUPR untuk menjadi pengelola SPAM. Tetapi tawaran itu ditolaknya.

Pemerintah Desa, kata Firdaus tidak berani terkait pengelolaan SPAM karena anggaran belum dimasukkan dalam APBDes.

“Kita belum bisa mengelola SPAM karena terbentur aturan,” jelas kades.

Menurutnya, masyarakat Sungai Padang berharap SPAM segera berfungsi. Apalagi memasuki musim kemarau sekarang, penduduk desanya sebanyak 2700 jiwa dengan 700 KK akan terbantu.

Kabid Cipta Marga Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Rizaldi mengatakan akan segera mengoperasikan SPAM yang tidak berfungsi.

“Paling lambat tahun 2020,” sebut Rizaldi, Kamis, (11/07/2019).

Ada beberapa kendala yang menjadi penyebab SPAM belum berfungsi. Salah satunya adalah penyerahan aset dari pusat ke daerah.

“Ada yang sudah diserahkan, tapi ada juga yangbelum diserahkan,” katanya.

Untuk mengoperasikan SPAM, Dinas PU Kabupaten Belitung memberikan peluang kepada Pemerintah Desa untuk menjadi operator.

“Kalau Desa tidak bisa, maka Dinas PU akan menjadi operator,” pungkas Rizaldi.

Selain SPAM Sungai Padang, diketahui SPAM Desa Badau juga tidak berfungsi, kendati terpasang pipa-pipa airnya tidak pernah mengalir ke rumah penduduk. (yan/6)

Related posts