Pembangunan di Desa Tanjung Binga Kembali Bermasalah, Talud Jalan Tanah Puru Ambruk

  • Whatsapp

Wahab: Tak Direncanakan Matang oleh Pemdes, Siap Memperbaiki

Talud jalan tanah puru di Desa Tanjung Binga Kabupaten Belitung yang telah ambruk meski baru dibangun tahun 2019 dan belum digunakan. (Foto: Bastiar Riyanto)

RAKYATPOS.COM, SIJUK – Pembangunan jalan tanah puru di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun anggaran 2019, diduga dikerjakan asal jadi.

Sebab, jalan sepanjang sekitar 80 meter yang dibangun menggunakan dana desa senilai Rp133.543.000,- itu, taludnya sudah ambruk. Timbunan badan jalan pun bergelombang, padahal sama sekali belum digunakan.

Seorang warga yang minta namanya tidak ditulis, mengaku kecewa melihat buruknya kualitas pekerjaan kontraktor yang diduga dikerjakan asal jadi.

Baca Lainnya

“Kecewalah, selain kualitas pekerjaan buruk, perencanaan juga buruk,” kata dia kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Dari pantauan rakyatpos.com pada Sabtu (13/06/2020), jalan berupa timbunan tanah puru dengan talud di kiri kanan jalan itu sudah selesai dikerjakan. Tidak ditemukan lagi pekerja di lokasi itu. Namun bantalan talud jalan, terlihat menggantung, dan sebagian bahkan sudah ambruk.

Parahnya lagi, jalan itu belum bisa difungsikan lantaran terhalang batu besar di ujung jalan yang menuju tempat penjemuran ikan asin milik nelayan desa setempat.

Kontraktor pelaksana, Wahab ketika dikonfirmasi tidak membantah telah mengerjakan proyek pembangunan jalan tanah puru di Desa Tanjung Binga ini pada tahun anggaran 2019 lalu. Namun ia membantah jika proyek itu dikerjakan asal jadi.

Menurutnya, selain medan yang berat berupa rawa-rawa, proyek ini tidak direncanakan dengan matang oleh Pemerintah Desa Tanjung Binga. “Ada batu di ujung jalan, sehingga tidak bisa ditembus,” kata Wahab.

Ia menambahkan, setelah proyek selesai dikerjakan, tidak ada lagi komunikasi dirinya dengan Kepala Desa Tanjung Bunga, Terrape. Namun Wahab bersedia jika harus memperbaiki pekerjaan yang rusak pada proyek itu. “Kalau disuruh perbaiki, kita perbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DesaTanjung Bunga, Terrape enggan untuk berkomentar terkait pembangunan jalan puru dan penggunaan dana desanya ini. Ketika dihubungi melalui telepon, Senin, (15/06/2020), sambungan telponnya dimatikan. Pesan singkat yang dikirim wartawan pun tidak mendapat balasan.

Diketahui, bahwa pekerjaan pembangunan di Desa Tanjung Binga seringkali bermasalah. Pada tahun 2018 lalu, pekerjaan pembangunan kantor desa senilai Rp652.205.000,- juga tidak selesai dikerjakan. Selain itu, ambruknya pagar kantor desa yang dibangun dengan nilai ratusan juta rupiah.

Tidak selesainya pembagunan kantor Desa Tanjung Binga dikabarkan sempat menjadi sorotan pihak Kejaksaan Negeri Belitung. Namun penyelidikan dan penyidikan tidak berlanjut, setelah pihak pelaksana kegiatan dan pemerintah desa mengembalikan kelebihan pembayaran sebesar Rp193.000.000. (yan)

Related posts