by

Peluang Caleg Online

-Opini-140 views

Oleh: Oktav Mayang Rencie, S.T
Masyarakat Sipil

Kemajuan teknologi komunikasi diera Millenial saat ini begitu berkembang pesat, berhubungan melalui jaringan komunikasi antar kerabat, rekan serta keluarga lebih mudah dari waktu lampau sebelum ponsel menjadi kebutuhan pendamping seperti saat ini. Selain manfaat ponsel sebagai alat komunikasi, perusahaan pengembang ponsel terus menggenjot manfaat ponsel hingga sampai pada kepentingan bussiness dan perangkat komunikasi massal. Hal ini menjadikan ponsel tidak hanya sebagai alat komunikasi dua arah, namun mampu menjadi perangkat komunikasi dan transaksi elektronik secara massal.
Indonesia sebagai negara hukum mengatur tentang “informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi infomasi secara umum melalui Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2018” dan lazim disebut UU ITE. UU ini, memiliki yuridiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam undang – undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun berada diluar wilayah hukum Indonesia dan/atau diluar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia, (Wilkipedia). Undang – Undang ini, tentunya bertujuan mengatur batasan prilaku kehidupan dimasyarakat pengguna ponsel agar tetap menjaga nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi setiap individu di negeri ini sehingga tidak merugikan orang lain atau penyalahgunaan yang melawan hukum.
Seiring dengan inovasi kecanggihan ponsel berbasis android, para penggiat IT melirik peluang tersebut dengan menawarkan berbagai fitur aplikasi dari game hingga komunikas by vidoe call berbasis Online yang semakin membuat ponsel diminati. Penggiat IT sepertinya sangat memahami kepentingan para pengguna ponsel dengan menawarkan berbagai macam aplikasi untuk digunakan oleh pengguna Gadget, bahkan momentum lima tahunan demokrasi kita tak luput dari sentuhan kreativitas para Programmer. Keahlian para Pogrammer menjadi daya tarik tersendiri bagi perhelatan pemilu yang akan segera diselenggarakan pada tanggal 17 april 2019 mendatang oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Layanan konten digital milik Goggle yang melingkupi toko daring untuk produk seperti musik /lagu, buku, aplikasi, permainan ataupun pemutar media berbasis awan dikenal dengan Google Play menjadi tempat bagi para Programmer untuk mempromosikan berbagai kreasi dalam bentuk aplikasi, termasuk kebutuhan perhelatan para Calon Legislatif (Caleg).
Keahlian para Programmer tentunya dibayar dengan nilai yang sebanding dengan kecakapan sistem yang diinginkan para konsumen. Memanfaatkan kampanye melalui alat komunikasi merupakan salah satu upaya bagi para Caleg untuk menekan biaya sosialisasi dan memaksimalkan limit waktu untuk menjangkau para kerabat agar mendapatkan informasi mengenai perihal Caleg. Bermodal ponsel android Caleg hanya membutuhkan waktu dan kecakapan untuk membuat alat peraga sebagai bahan sosialisasi dan mengirimkan kepada setiap orang yang terhubung dengan dirinya, baik melalui perangkat media sosial ataupun perangkat aplikasi lainnya yang terpasang pada ponsel yang dimiliki. Peluang Caleg Online terbuka lebar menghantarkan Caleg mendapatkan kursi di parlemen. Hal ini dikarenakan Caleg Online mampu terhubung dengan konstituennya melalui media Video Call dan bertransaksi informsi melalui media elektronik tanpa harus bertemu secara langsung. Sebagi penyemangat bagi Caleg Online bahwa tiada yang tidak mungkin dalam politik.(***).

Comment

BERITA TERBARU