Peluang Bursa Saham Indonesia PascaCovid-19

  • Whatsapp
Anggi Andrian
Mahasiswa manajemen FE UBB

Sejak pertama kali diumumkannya kasus Covid-19 pada akhir bulan Desember di China, berbagai sektor di bursa saham global mulai memberikan respon negatif. Bertepatan ketika jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak di seluruh dunia, WHO (World Healt Organization) mengumumkannya Covid-19 resmi dinyatakan sebagai pandemi bertepatan pada tanggal 11 Maret 2020.

Pada bulan Maret 2020, beberapa peneliti dan outlet media melaporkan spekulasi terkait bagaimana pandemi ini akan mempengaruhi ekonomi negara-negara yang terkena dampak. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan kecil dan menengah di Cina yang memiliki peranan cukup penting, mempengaruhi perusahaan tersebut karena adanya penurunan konsumsi sosial dan pengeluaran yang kaku untuk sewa, upah dan pendapatan. Hal ini selanjutnya dapat mempengaruhi stabilitas sistem perbankan. Ketika pasar A-share China dibuka kembali pada 3 Februari, Shanghai Composite Index turun hampir 8% sebagai respons. Dampak awal yang terjadi pada pasar saham di negara-negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi.
Covid-19 secara langsung memiliki dampak negatif pada pasar saham China dan negara-negara Asia lainnya pada tahap awal epidemi. Dengan efek limpahan pada negara-negara Eropa dan Amerika, indeks berkinerja buruk setelah epidemi, dibandingkan dengan periode perbandingannya, pada tahap tengah dan akhir. Bukti yang ditemukan dalam timeline non-domestik juga menunjukkan bahwa pengembangan Covid-19 memiliki dampak negatif pada pasar saham Eropa dan AS, suatu kondisi yang akan meningkat dalam jangka pendek ketika virus menyebar.

Ketika dampak Covid-19 belum mereda dan diteruskan pada pasar saham Eropa dan AS yang memiliki efek arus balik pada pasar saham Asia, terutama pada pasar saham China. Bahkan ketika penyebaran penyakit di Tiongkok secara bertahap mulai stabil, penyakit ini mulai menyebar di negara-negara lain. Di tengah-tengah penyebaran global ini, pasar saham China telah mengalami pukulan sekilas karena efek spill-over. Tetapi, jika kita mengecualikan kasus China dalam jendela peristiwa singkat dari garis waktu domestik, tidak ada bukti bahwa Covid-19 memiliki dampak negatif pada indeks saham utama di negara-negara ini, dibandingkan dengan Indeks Global S&P 1200.

Wabah virus Covid-19 tidak hanya sekadar berhenti mempengaruhi bursa saham global, Covid-19 ikut mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Bukti nyatanya sejak pertamakali diumumkannya kasus positif pertama di Indonesia pada Tanggal 2 Maret 2020, berbagai sektor di bursa saham Indonesia memberikan respon negatif. Dilihat dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akhirnya terjun bebas. Diluar dari pengendalian dan prediksi ketika sebelumnya IHSG stabil pada posisi 5,000 dan akhirnya jatuh diposisi 4,000.

Baca Lainnya

Hal ini menjadikan indeks harga saham Indonesia pertama kalinya pada tahaun 2016 memasuki zona pada level 4,716 yang sebelumnya pada tahun 2016 memasuki zona 4,000. Sehingga kapitalisasi sebesar Rp. 1,907 triliun atau sekitar 25% menguap dari bursa saham Indonesia menjadi Rp. 5,469 triliun. Sedangkan sekitar 20 triliun dana asing keluar dari bursa sepanjang tahun ini, khususnya karena baru berjalan di 6 bulan terakhir.

Hal ini membuat Indonesia dengan kasus lebih minim mengalami ketidakstabilan pada bursa saham walaupun tidak separah negara lain. Pergerakan IHSG juga bertahan setelah pernah mengalami rally panjang dari pertengahan 2002.

Mengutip hasil riset BNP Paribas Asset Management, turunnya pasar saham karena isu wabah merupakan kesempatan emas bagi investor yang memiliki pandangan long term. Karena akan meraih keuntungan yang besar setelah pandemi berakhir. Hal ini menunjukan adanya peluang prospektif bursa saham, dimasa Covid-19 dari berbagai sektor saham yang ada di Indonesia, seperti saham di sektor consumer yang tercatat lebih kuat menahan guncangan dan beralih ke sektor keuangan, dimana ketika melihat pergerakan yang dekat dan identik dengan IHSG menjadi sesuatu yang menarik. Hal ini menunjukan bahwa ada sisi lain yang bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan keuntungan ketika maupun sesudah masa Covid-19 di Indonesia berakhir.

Sesuatu yang paling penting ialah bagaimana perekonomian Indonesi bisa bangkit setelah melalui masa pandemi Covid-19 sekarang. Peluang di bursa saham dapat memberikan harapan bangkitnya perekonomian di Indonesia, terutama pasca Covid-19. Ketika investasi di Indonesia berangsur normal dan memberikan potensial gain yang baik, maka hal tersebut juga akan membantu memberikan kebermanfaatan bagi tatanan sosial, dan masyarakat-pun secara langsung dapat optimis untuk bangkit sekaligus merasakan kebermanfaatan setelah berbagai hal yang mereka lalui di masa Covid-19. (***).

Related posts