Pelimpahan Tahap 2 Dul Ketem Batal

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Penyidik Satreskrim Polres Bangka batal melakukan pelimpahan tahap 2 tersangka kasus pembakaran hutan H alias Dul Ketem dan BK berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bangka, Kamis (16/1/2020), dengan alasan tersangka H sedang sakit.

Kedua warga Merawang Kabupaten Bangka ini, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut di Dusun Temberan, Air Anyir, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka pada Senin (23/9/2019) silam.

Menurut Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Faisal Fatsey saat dikonfirmasi batalnya tahap dua kasus Karhutla dari penyidik Polres Bangka ke Kejari Bangka dikarenakan tersangkanya sakit.

Baca Lainnya

“Jadi ini untuk yang kedua kalinya penyidik batal melakukan tahap dua ke penuntut umum dikarenakan tersangkanya sakit,” ujarnya.

Tahap dua kasus Karhutla tersebut sebelumnya dijadwalkan Senin (13/1/2020) lalu.
Namun saat proses tahap dua hendak dilakukan, kuasa hukum tersangka mendatangi penyidik Polres Bangka sembari membawa surat permohonan agar tahap dua terhadap tersangka dimundurkan waktunya dengan pertimbangan tersangka sakit dan dikabulkan.

Namun ketika upaya serupa (tahap dua-red) akan dilakukan kembali oleh penyidik Satreskrim kepada kejaksaan Negeri Bangka pada Kamis (16/1/2020), kuasa hukum tersangka kembali melayangkan surat permohonan kepada penyidik terkait kondis tersangka yang masih dalam keadaan sakit, sehingga tahap dua kembali batal dilakukan.

“Sudah dua kali tahap dua ini kita lakukan, yang pertama Senin lalu. Tapi saat hendak dilakukan tahap dua, kuasa hukum tersangka melayangkan permohonan ke penyidik agar memberikan toleransi kepada kliennya yang sedang sakit. Terus kita lakukan juga hari dan alasannya masih hidup yang sama, yakni alasan sakit hingga kita tunda hingga Senin depan,” katanya.

Dikatakan Kabag Ops, sudah sebanyak dua kali toleransi tersebut diberikan kepada tersangka sehingga tahap dua yang direncanakan penyidik batal dilakukan.

“Tahap dua rencananya akan kita lakukan Senin (20/1/2020) mendatang. Tapi jika Senin ini masih dengan alasan yang sama, maka akan ada upaya yang dilakukan penyidik. Untuk upaya nanti seperti apa, kita lihat hari Senin inilah,” terangnya.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Bangka, Rizal Purwanto saat dikonfirmasi terpisah menyarankan sejumlah awak media menanyakan ke penyidik Satreskrim Polres Bangka prihal batalnya tahap dua kepada Jaksa Penuntut Umum terkait kasus Karhutla di desa Merawang.

“Tanyakan ke penyidik lah kapan tahap dua dilakukan,” tukasnya.

Tapi menurut dia, dalam kasus tersebut, P21 nya sudah lama yakni tanggal 20 Desember 2019 dan hingga kini pihaknya masih menunggu kapan penyidik akan melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Bangka.
Sementara, Fengki Indra yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus Karhutla di desa Merawang membenarkan jika berkas penyidikan tersangka Karhutla, H dan BK dinyatakan telah lengkap (P21) oleh tim Jaksa peniliti Kejari Bangka pada 20 Desember 2019 lalu.

Kendati telah dinyatakan lengkap, pihaknya masih menunggu kapan tersangka berikut barang buktinya dilimpahkan ke Penuntut Umum Kejari Bangka untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Bangka.

Ditambahkan dia, dalam kasus tersebut, kedua tersangka dijerat dengan pasal 78 ayat 3 jo pasal 50 ayat 3 huruf D UU No 41 99 atau kedua pasal 92 ayat 1 huruf D, pasal 17 ayat 2 UU nomor 18 tahun 2013 tentang Kehutanan dengan ancaman 10 tahun pidana penjara.

“Kedua tersangka diduga terlibat kasus kebakaran hutan dan perambahan hutan yang berlokasi dikawasan hutan produksi Batu Rusa, desa Air Anyir, kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Ricky Dwiraya Putra didampingi Kanit Tipikor Polres Bangka, Ipda Husni terlihat berada dikantor Kejaksaan Negeri Bangka dan masuk ke ruang kerja Kasi Pidum dan Kejari Bangka, Kamis (16/1/2020).

Setelah kedua perwira Polres Bangka keluar dari dua ruangan yang dimaksud, sejumlah wartawan langsung mengkonfirmasikan terkait batalnya pelimpahan perkara Karhutla berikut tersangka dan barang buktinya oleh pihaknya ke Kejaksaan Negeri Bangka.

Atas pertanyaan yang dilontarkan, Kasat Reskrim menyarankan sejumlah awak media menanyakan pertanyaan yang dimaksud ke Humas Polres Bangka.

“Langsung ke Humas aja ya bg. Karena berdasarkan hasil Anev tadi pagi, berkaitan itu langsung ke Humas,” jawabnya.
Pihaknya sendiri masih menunggu kedatangan tersangka ke Polres Bangka sebelum dilimpahkan ke Penuntut Umum.

“Tersangkanya ini belum ada dan kita masih menunggu. Nah kalau dia sudah datang ke Polres baru kita limpahkan secepatnya,” sebutnya.

Sebelumnya Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono bersama sejumlah pejabat Polda didampingi Kapolres Bangka dan Wakil Bupati Bangka melakukan peninjauan atas lahan gambut yang terbakar di Dusun Temberan, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang pada Senin (23/9/2019) silam.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga sempat menanyakan kepada anggota yang ada di lapangan terkait kepemilikan lahan gambut yang terbakar. “Siapa pemilik lahan ini, dari kemarin lahan ini dibakar di dorong-dorong, lihat jadi asap semua ini,” tegas Kapolda Babel.

Atas pertanyaan tersebut, salah satu petugas di lapangan mengatakan kepada Kapolda Babel kalau lahan yang dimaksud milik Dul Ketem warga Batu Rusa. “Proses itu, mau Dul Sumbing, mau Dul apa, proses dan tangkap itu,” perintah Kapolda.

Menurut Kapolda Babel, lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut diduga sengaja dibakar oleh oknum masyarakat demi kepentingan pribadinya.

“Ini sengaja dibakar kayak gini, padahal sudah berapa kali Wakil Bupati sosialisasi capek-capek, tapi masyarakat masih bandel, ya kami tegakkan aturan dan tidak ada kompromi menyerahkan tersangka Karhutla,” pungkasnya.(2nd/6)

Related posts