by

Pelantikan Hery Sebagai Komisioner KPU Basel Diminta Ditinjau Ulang

Diduga Gunakan KTP Ganda

PANGKALPINANG- Aliansi BEM IAIN SAS Bangka Belitung (Babel) dan PMII Cabang Bangka meminta pelantikan Hery sebagai anggota KPUD Bangka Selatan (Basel) ditinjau ulang. Hal ini dikarenakan Hery dalam proses pendaftaran sebagai komisioner menggunakan KTP ganda.

“Saudara Hery diduga lulus komisioner KPUD Basel dengan menggunakan KTP ganda dan melanggar undang-undang, karena setiap warga negara hanya berhak memiliki satu KTP saja ,” kata Amsori bersama sejumlah anggota Aliansi BEM IAIN SAS Bangka Belitung (Babel) dan PMII Cabang Bangka saat menyambangi Kantor Rakyat Pos, Minggu sore (4/11/2018).

Dia memaparkan kronologis peristiwa, yakni pada April 2018 dibuka pendaftaran calon komisioner KPU Basel dengan jumlah pendaftar sebanyak 19 orang. Setelah melalui tes CAT, lulus 18 orang untuk ikut tahapan tes psikologi dan kesehatan pada Mei 2018 serentak dengan tes kabupaten dan kota lainnya.

“Dari tes itu lulus saudara Amri, Muhidin, Rahmanadi, Budi W, Hery dan Safari. Kemudian dari nama tersebut, diajukan ke KPU pusat untuk ditentukan tiga besar yang akan menjadi komisioner KPU Basel. Pada saat itu, saudara Hery tidak lulus karena menempati urutan lima. Saat proses rekrutmen itu, Hery menggunakan KTP Basel tertanggal 18 Mei 2015,” katanya.

Pada 22 Juni 2018, menurut Amsori, diketahui saudara Hery pindah ke Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dibuktikan dengan KTP dan KK. Dengan KTP itu, Hery mengikuti rekrutmen anggota Bawaslu Bateng dan lulus tes CAT yang diumumkan di salah satu media lokal. Hery bahkan sempat mengikuti tes kesehatan di Biddokes Polda Babel pada 30 Juli 2018 dan disaksikan oleh dua orang peserta lainnya.

Namun, lanjut dia, pada 24 Juli 2018 keluar keputusan MK perihal penambahan dua orang komisioner KPU Basel dari tiga orang menjadi lima orang dan pada 26 Juli 2018 sesuai KTP-elektroniknya, saudara Hery pindah lagi ke Kabupaten Basel pasca keputusan MK tersebut.

“Nah, sepengetahuan kami, pihak KPU Babel tidak melakukan rekrutmen terbuka untuk penambahan komisioner tersebut dan menghubungi via telepon tujuh orang yang masuk urutan 10 besar peserta yang lulus CAT April lalu sebelum fit and proper test. Kemudian dilakukan fit and proper test di Hotel Puncak Pangkalpinang dan diambil dua dari tujuh nama untuk menjadi komisioner dan yang lulus adalah Budi W dan saudara Hery,” katanya.

Pihak Aliansi BEM IAIN SAS Babel dan PMII Cabang Bangka kata Amsori, dalam hal ini mempertanyakan mengapa Hery masih dipanggil untuk mengikuti fit and proper test tersebut, padahal sebelumnya ia sudah pindah menjadi warga Bangka Tengah. Seharusnya, ujar dia, Hery sudah gugur secara otomatis dengan kepindahan domisili tersebut.

Seharusnya, tambah Amsori, saudara Hery tidak berhak untuk dipanggil untuk tes wawancara pada 14 September karena sudah gugur hak dan kewajibannya. Karena yang mempunyai hak untuk ikut fit and proper test bukanlah hasil tes secara terbuka untuk umum seperti diawali dengan pendaftaran KTP, KK dimana yang bersangkutan mendaftar, tapi hanya memanggil 10 besar dari 18 orang yang lulus tes CAT pada April 2018.

“Untuk itu, atas nama keadilan dan kepatuhan pada undang-undang, transparansi dan komitmen penegakan supremasi hukum, kami meminta saudara Hery diganti. Tuntutan kami ini demi menjaga integritas penyelenggara pemilu dan hasil pemilu yang konstitusional dan bermartabat di Provinsi Babel,” tandasnya seraya mengatakan pihaknya sudah menggelar aksi di Sekretariat Bawaslu Provinsi Babel, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, harian ini sudah berupaya memintai klarifikasi dari Hery terkait tuntutan dari Aliansi BEM IAIN SAS Babel dan PMII Cabang Bangka tersebut. Hingga berita ini diturunkan belum didapat pernyataan dari yang bersangkutan. (fan/10)

Comment

BERITA TERBARU