Pelanggan PDAM Area Desa Padang Mengeluh

  • Whatsapp
Pegawai PDAM sedang memperbaiki jaringan pipa rusak. Kondisi inilah yang menyebabkan air tidak bisa mengalir ke pelanggan.(foto: istimewa).

Air PDAM tidak Ngalir Selama 5 Hari

MANGGAR – Pelanggan PDAM di area Desa Padang Kecamatan Manggar dan sekitarnya mengeluh, ini lantaran air PDAM tidak mengalir selama 5 hari.

Diduga pompa pendistribusian di sumber air di Kulong Kajenon kembali rusak. Sebelumnya kondisi ini sudah acap kali terjadi, mesin pompa yang sudah tua membuat pelayanan PDAM terganggu.

Kondisi ini membuat beberapa pelanggan terpaksa membeli air bersih dari pedagang air. Perbedaan selisih harga yang jauh membuat pelanggan keberatan.

“Rugilah kalau beli air terus apalagi sekarang harga kebutuhan semakin mahal. Kalau di pedagang satu ton (1.000 liter) harganya Rp 50 ribu, hanya buat pakai 4-5 hari, padahal kalau iuran PDAM Rp 50 ribu untuk pakai satu bulan,” ungkap Marisa (32), salah seorang Pelanggan PDAM di Dusun Pancur Desa Padang, Kamis (9/5/2019).

PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur itu berharap aliran air PDAM dapat segera normal sehingga tidak perlu membeli dari pedagang. Ia juga meminta agar PDAM memberikan informasi jikalau ada perbaikan kerusakan yang menyebabkan layanan terganggu.

“Tolonglah, kasih kita info, kapan perbaikannnya terus bakal berapa lama, biar kita dapat bayangan. Jangan sampai kita sudah beli air mahal-mahal tiba-tiba aliran PDAM jalan,” keluh Marisa.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Direktur PDAM Kabupaten Beltim, Zubair menyatakan belum mengetahui adanya gangguan layanan PDAM di Desa Padang dan sekitarnya. Namun diakuinya jika kondisi pompa distribusi dan pompa intake yang dimiliki PDAM sudah tidak layak beroperasi.

“Saya belum dapat laporan yang di sana, nanti saya cek dulu. Memang kalau yang di daerah Pancur sana biasanya rusaknya di pompa atau pipanya yang sudah tua,” kata Zubair.

Menurut Zubair, mayoritas sarana utama PDAM Beltim seperti pompa dan pipa distribusi sudah tidak layak pakai. Namun untuk memperbaiki sendiri, PDAM terkendala di anggaran dan aturan. Saat ini pihaknya tengah menunggu bantuan dari Kementerian PUPR.

“Proyeknya tahun 2019 ini. Kita dapat Rp 13,9 milyar bantuan dari Balai SPAM Ditejen SDA untuk peningkatan kapasitas distribusi intake sumber air baku,” ungkap Zubair. (yan/kmf/3)

Related posts