Pelaku Usaha di Desa Didorong Urus Perizinan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel, Elfiyena meminta pemerintah desa dan kecamatan mendorong pelaku usaha di masing-masing daerah memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang dikeluarkan oleh kecamatan. Dengan IUMK ini, kata dia, usaha UMKM yang ada di desa akan terdaftar dan akan mempermudah pemerintah untuk memberikan bantuan dan lainnya.

“Jumlah UMKM di Babel ini ada 180.000 unit, 70 persen paling banyak usaha mikro, ini harus punya izin, usaha apa saja jualan apa saja, harus ada izinnya,” kata Elfiyena, disela sosialisasi petunjuk teknis bantuan keuangan pemerintah provinsi kepada pemerintah desa tahun 2019 di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Selasa (12/3/2019).

Saat ini, kata dia, pemerintah provinsi sedang menunggu aturan terkait pendaftaran IUMK secara online, namun belum ada informasi dan keputusan resmi dari pemerintah. “Tahun ini target kita sebanyaknya usaha masyarakat memiliki IUMK, hanya saja kami menunggu keputusan terkait pendaftaran online sistem ini seperti apa,” tandasnya.

Mengurus IUMK lanjutnya, tidaklah sulit, pelaku usaha cukup membawa KTP, kartu keluarga, pas photo, pengantar dari RT/RW dan mengisi formulir yang diajukan ke kecamatan. “Kalau sudah punya izin, mereka sudah punya kepastian hukum, lebih mudah dalam melakukan pendampingan dan bimbingan dan mendapat kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga perbankan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Elfiyena juga membeberkan berbagai program yang ada di dinas koperasi dan UMKM, yang mungkin belum diketahui oleh pemerintah desa. “Program UMKM itu banyak, kami tidak diam saja, kami memberikan fasilitasi untuk kabupaten dan kota, agar pelaku UMKM ini bisa naik kelas, dari mikro ke kecil, kemudian menengah,” ujarnya.

Mantan Kepala Biro Pembangunan Provinsi Babel ini merinci, salah satu program yang dimiliki dinasnya adalah memberikan penguatan pelatihan kepada sumber daya manusia, melalui pendidikan dan pelatihan. “Ada 1.440 peserta tahun ini yang dilatih, 570 tahun lalu, menambah pengetahuan kita, kemudian kami juga melakukan pengawasan kelembagaan dan pengawas koperasi,” tuturnya.

Dia juga mendorong, agar BUMDes dapat membentuk koperasi di desa atau koperasi yang beranggotakan dari beberapa kabupaten. “Juga disiapkan kelembagaan pembentukan koperasi baru akan kami fasilitasi sampai keluar akta notaris, jatahnya terbatas tahun ini ada 14 koperasi saja,” imbuh Elfie.

Untuk pemberdayaan pengembangan koperasi, lanjut dia, beberapa koperasi bisa bermitra dan nantinya BUMD bisa melakukan pengemasan. Di Berkah Mart koperasi bisa masuk, sehingga BUMDes bisa mengelola hasil masyarakat sendiri. “Itu yang diutamakan, sinergitas Berkah Mart dan BUMDes,” ulasnya.

Selain itu, dia menambahkan, dari sakses permodalan pun akan difasilitasi, dimana saat ini Pemprov Babel sudah memiliki Jamkrida, yang bisa menjamin pinjaman pelaku UMKM ke perbankan.

“Kami juga Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), silahkan bapak ibu dan pelaku usaha di desa jalan-jalan ke PLUT ini, konsultasi bagaimana meningkatkan produknya, nanti diajari jual melalui e-commerce,” pungkasnya.(nov/10)

Related posts