Pelaku Penyelundupan Sparepart Dititip di Lapas

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Terduga pelaku penyelundupan sparepart motor asal Malaysia dan Thailand, IS (42) yang ditangkap oleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairud Polda Babel) pada Senin (18/3/2019) lalu, kini telah dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tua Tunu Pangkalpinang.
Demikian diungkapkan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Irwan Deffi Nasution kepada Rakyat Pos, Senin (1/4/2019).
“Untuk saat ini, kami masih melengkapi berkas perkara. Sedangkan tersangka, untuk saat ini dititipkan di Lapas Tua Tunu supaya bisa bersosialisasi,” ujarnya.
Hari ini, lanjutnya, penyidik Subdit Gakkum akan melakukan pelimpahan tahap 1 ke kejaksaan guna diteliti dan dipelajari oleh Jaksa Penuntut Umum.
“Insya Allah besok (Selasa-red), kalau gak Rabu kita akan melakukan tahap satu. Kalau tersangka ditahan di sini (Rutan Ditpolairud-red), nanti dia stres kan hanya sendiri dan tidak bisa bersosialisasi,” katanya.
Irwan mengungkapkan, penahanan bos sparepart sepeda motor tersebut terpaksa dititipkan ke Lapas lantaran pertimbangan sosial. Kendati demikian, pihaknya tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada IS.
“Pokoknya, gak ada penangguhan penahanan. Kita akan percepat berkasnya,” pungkasnya.
Dalam berita sebelumnya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disinyalir menjadi surga beredarnya barang-barang ilegal yang diimport dari berbagai negara. Termasuk barang berupa sparepart kendaraan yang diduga masuk ke Pulau Bangka secara ilegal atau tanpa cukai.
Hal ini terbukti dengan terbongkarnya penyelundupan sparepart motor asal Malaysia dan Thailand oleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairud Polda Babel).
Selain berhasil menggagalkan sparepart motor itu beredar di Bangka, polisi juga menangkap IS (42) warga asal Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai terduga pelaku. Dia ditangkap saat tiba di Pelabuhan Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka pada Senin (18/3/2019) lalu.
Dari penangkapan ini, barang bukti beromset ratusan jutaan rupiah yang diamankan berupa 3 lembar invoice faktur belanja dari Toko Line Hing Motor Co beralamat di Jalan Pahang Kuala Lumpur Malaysia. Selain itu 49 kotak berisikan 82 item sparepart mulai dari shock, knalpot, velek racing hingga rangka untuk motor sport Yamaha.
Terhadap dugaan kejahatan ini, Irwan menegaskan, pelaku IS untuk sementara dipersangkakan dengan jeratan Pasal 104, Pasal 106 dan Pasal 113 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
“Ancaman hukumannya penjara lima tahun dan denda sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya. (bis/1)

Related posts