Pelaku Pengeroyok Oknum Pol PP, Bebas

  • Whatsapp

Polisi Selesaikan Kasus Cara ADR
Korban Cabut Laporan

TANJUNGPANDAN – Ronald Irawan dan Galuh Herlambang, akhirnya bisa menghirup udara segar, setelah beberapa hari mendekam di Sel Polres Belitung, lantaran dugaan kasus pengeroyokan oknum Pol PP Kabupaten Belitung, pekan lalu.
Itu lakukan, setelah Senin (11/09/17) kemarin, Jajaran Pejabat di Pemda Belitung, pihak UPTD Tanjungpendam dan Polres Belitung melakukan rapat tertutup, membahas kericuhan yang terjadi di Pantai Tanjungpendam, Minggu (04/09/17) lalu.
Dalam rapat tertutup ini, dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), Kapolres Belitung AKBP Sunandar, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar, Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina, dan KBO Satreskrim Polres Belitung Iptu Karyadi.
Hasil dari rapat itu, menyatakan korban Rizali alias RZ mencabut laporan tersebut. Sehingga jajaran Kepolisian menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara Alternatif Dispute Resolution (ADR).
Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina mengatakan, permasalahan ini sudah selesai melalui proses ADR. Yakni kesepakatan antara kedua belah pihak, dan permintaan dari pejabat, tokoh masyarakat di Kabupaten Belitung.
Menurut AKP Gineung, Penyelesaian perkara dengan cara ADR memang dibenarkan dalam institusi Polri. Dalam kasus ini.
“Hal Itu didasari dengan keputusan Kapolri nomor polisi : B/3022/XII/2009/sdeops/ tanggal 14 Desember 2009 tentang penangan kasus melalui ADR,” kata Kapolsek Tanjungpandan itu.
AKP Gineung juga mengatakan, salah satu putusan dari ADR ini Pasal 170 KUHP, Tentang Pengeroyokan (penganiayaan), pelapor tidak mengalami luka berat atau meninggal dunia. Dan korban sudah mencabut laporan serta Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Akhirnya kasus ini sudah selesai. Semua proses mulai pencabutan laporan dan BAP sudah dilakukan. Kami berharap, setelah ini hubungan keduanya bisa lebih baik dan solid,” pungkas AKP Gineung Praditina.
Sebelumnya, Diduga mabuk dan membuat onar di Pantai Wisata Tanjungpendam, salah satu oknum anggota Pol PP Kabupaten Belitung digebukin massa hingga babak belur. Peristiwa ini terjadi di Pintu Masuk Pantai Tanjungpendam, Minggu (3/9) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakyat Pos, saat itu oknum Pol PP berinisial RZ (43) warga Jalan Mualim datang bersama seorang wanita mengendarai kendaraan bermotor. Setiba di lokasi, dia masuk tanpa bayar dengan mengegas kendaraannya yang menggunakan knalpot blong.
Salah satu petugas penjaga yang merasa bising akhirnya meneriaki RZ. Mendapat teriakan tersebut, dia lantang dan menantang penjaga. Namun, sang penjaga pintu tak menghiraukan. Setelah itu, keduanya menuju ke arah masuk Tanjungpendam.
Tak lama berselang, akhirnya RZ sendirian mendatangi petugas di pintu depan. Terjadilah cekcok antara petugas dan RZ hingga terjadi perkelahian itu. Masyarakat yang berada sekitar lokasi yang merasa geram, langsung menghajar pria ini hingga berlumuran darah.
“Setelah dipukuli, dia (RZ) kabarnya dibawa ke Polsek Tanjungpandan. Sebelum peristiwa ini, Saya mencium korban bau minuman keras,” ujar salah satu saksi, penjaga Pantai Tanjungpendam ini, kepada Rakyat Pos, Senin (4/9).
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar membenarkan RZ adalah anggotanya. Dia menyayangkan adanya peristiwa ini. Kata pria berkumis itu, ia akan membawa kasus tersebut keranah hukum.
“Kita sudah laporkan secara resmi kasus ini, ke Polsek Tanjungpandan. Anak buah saya sudah diperiksa, dan kita menunggu proses selanjutnya,” kata Alkar, ketika ditemui di Kantor Pemda Kabupaten Belitung, kemarin.
Alkar mengakui saat kejadian, RZ usai mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun, dia membantah jika anak buahnya dituduh dalam keadaan mabuk, dan berbuat onar di lokasi (Pantai Tanjungpendam,red).
“Apa buktinya kalau dia (RZ) mabuk. Kalau dia mabuk tentu tidak bisa membawa motor. Lagian, dia juga tidak minum (mabuk-mabukan) di Tanjungpendam,” terangnya. Akibat pengerokan itu, RZ mengalami beberapa jahitan dibagian wajahnya.
Senada dengan Alkar, RZ mengaku tidak dalam kondisi mabuk. Dia nyatakan dalam kondisi sadar saat peristiwa malam itu. “Saya memang habis minum (mengkonsumsi mihol), tapi tidak mabuk,” ucap RZ.
Mengenai masalah mengegas terlalu kencang, dia juga membantahnya. Sebab, kata dia motor miliknya menggunakan knalpot blong. “Jadi suaranya memang nyaring. Dan kami tidak pernah menantang siapapun,” lanjutnya lagi.
Dari pihak kepolisian masih belum bisa di memberikan keterangan mengenai adanya kasus ini. Sebab, hingga saat ini pihak Polsek Tanjungpandan masih melakukan penyelidikan dan penyidakan pasca adanya kasus pengeroyokan tersebut. (yan/6)

Pos terkait