Pelajar SMP Dianiaya Guru Matematika

No comment 500 views

 

TERKAPAR – Rama, pelajar SMPN 10 Pangkalpinang tampak terkapar di ranjang rumah sakit dan diinfus saat dikunjungi tadi malam. Bocah kelas 8 ini lemah dan pusing lantaran diduga dianiaya oleh guru matematikanya, MN di sekolahan kemarin pagi. Terlihat seorang anggota polisi (baju coklat) dan wartawan, mengorek keterangan peristiwa pemukulan tersebut. (Foto: Bambang Irawan)

*Ditampar, Dipukul, Dibentur ke Tembok

PANGKALPINANG – Seorang pelajar SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Rama Heriyanto Putra (13) diduga mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari seorang oknum gurunya sendiri, MN di sekolahnya pada saat jam kegiatan belajar mengajar (KBM) masih berlangsung, Rabu (11/10/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Pelajar kelas 8 A tersebut diduga dipukul oleh oknum sang guru matematika.
Informasi yang dihimpun harian ini, peristiwa pemukulan ini berawal ketika MN sedang mengajar di salah satu kelas dan diduga diteriaki dari luar kelas oleh Rama dengan memanggil MN.
Tak terima dengan ejekan itu, oknum guru tersebut langsung keluar kelas dan menghampiri Rama bersama teman-temannya. Rama diduga ditampar, dipukul dan “ditoel” oleh MN.
Ibu korban, Nia (31) mengaku, tidak mengetahui secara persis kronologis kejadian yang menimpa putranya. Hanya saja, lanjutnya, berdasarkan keterangan dari teman sekelas Rama, awalnya sang putra cuma ada masalah di sekolahnya namun tidak diceritakan detil masalahnya.
“Ada kawannya dari sekolah datang ke rumah dan bilang ibu jangan kaget. Rama ada masalah di rumah sekolah, terus saya tanya ada masalah apa memangnya. Hanya kata kawannya, Rama kejedot pintu dan ada masalah di sekolah sama gurunya. Tapi tidak bilang apa-apa, cuma begitulah,” terang Nia ditemui Rakyat Pos di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, tadi malam.
Sambungnya, dirinya langsung datang ke sekolah untuk menjemput anaknya dan dalam benaknya masih bertanya-tanya ada masalah apa sehingga anaknya dipukul.
“Terus langsung saya jemput ke sekolah, Rama tidak bilang apalah. Guru-guru pun tidak bilang apa-apa, tidak bilang kalau berkelahi dengan gurunya cuma bilang kejedot setelah itu saya bawa ke Puskesmas. Sampai Rama saya bawa pulang ke rumah, dia tidak berangkat-berangkat juga dan saya tanya ke anak saya kenapa kamu tidak berangkat-berangkat nak. Tidak lama kemudian datang teman Rama yang bilang ke saya. Kalau Rama ada masalah dengan gurunya tidak pernah bilang sama saya,” tuturnya.
Karena kondisi Rama masih lemah dan pusing, lanjut ibu muda ini, dirinya pun kemudian berinisiatif membawa anaknya ke RUSD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk diberikan penanganan lebih lanjut.
“Terus di rumah sakit ini saya bilang sama anak saya Rama kalau ada salah sama guru kamu, minta minta maaf ya sama guru kamu. Kondisi Rama ini cuma lemas dan pusing saja. Kalau pihak keluarga dengan kejadian ini hanya berharap ada mediasi, ya bagaimana baiknya, dan kalau bisa kita berdamai dan berunding bagaimana baiknya,” harapnya.
Dari informasi yang disampaikan teman sekelas Rama, yang saat itu melihat langsung kejadian menceritakan bahwa sang guru menampar Rama karena tidak senang dipanggil nama, tanpa ada sebutan bapak guru.
“Awal pertama kami lagi duduk-duduk di samping kelas, terus Rama tadi keluar karena Rama emang sering bergurau sama saya, dan Rama lewat depan kelas yang Pak Mn. Kemudian Rama main-ma’in, dia bilang ke kantai oi, katanya Pak Mn, Mn,.. terus Rama balik lagi menemui kami. Terus tidak lama datang Pak Mn dan bilang sama kami dan tanya sama kami, siapa yang sekelompok lewat depan kelas bapak tadi, terus Rama jawab kami la pak lewat tadinya. Terus Pak Mn langsung pegang Rama dan ditampar dengan tangan, terus digeser dekat tembok sekolah dan didorong, dan ditampar-tampar dan kepala Rama, membentur tembok,” kisahnya.
“Terus Rama bilang sama bapaknya sakit pak tapi bapaknya ini masih ditoel-toel lah, dan teman kami mencoba untuk melerainya. Karena waktu itu teman saya mau ke kantin, tapi setelah Rama dibawa ke kantornya habis itu kami tidak tau lagi. Kejadiannya pada saat itu sekitar jam 09.00 WIB, karena kita tidak ada masalah dengan guru kami waktu itu,” ucap bocah itu lagi.
Sementara, Kepala Sekolah SMP N 10 Pangkalpinang, Muhammad Kadar usai membesuk Rama di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang mengatakan bahwa dari pihak sekolah telah memediasi guru Mn dan Rama agar diselesaikan secara kekeluargaan.
“Yang bersangkutan (Guru Mn) sudah beberapa hari lalu sering diteriakin nama, ternyata hari ini ditoel-toellah anak ini. Masalah terbentur atau apa saya kurang jelas, tapi waktu itu langsung dibawa ke UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Ibunya ke sekolah lagi, kami pertemukan dengan pihak keluarga sudah ada upaya mediasi, cuma belum ada kejelasan. Nanti untuk masalah biaya, kami rundingkan lagi,” pungkasnya. (bis/1)

No Response

Leave a reply "Pelajar SMP Dianiaya Guru Matematika"