by

Pelabuhan Diresmikan Jokowi Kumuh

KANTOR KUMUH – Beginilah kondisi gedung kantor di Pelabuhan Internasional Tanjung Batu, Belitung yang pernah diresmikan Presiden Jokowi pada tahun 2015, sudah terlihat kumuh dan tidak terawat. Areal pelabuhan dan kantor pun telah dipenuhi belukar. Pelabuhan yang dibangun sejak 2004 dengan dana ratusan miliar ini pun nyaris tak pernah difungsikan. (Foto: Bastiar Riyanto)

Dibangun 2011, Predikat Internasional
Tak Difungsikan, Perkantoran Rusak Parah

Tanjungpandan – Sepertinya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan kecewa jika mengetahui Pelabuhan Internasional Tanjung Batu di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diresmikannya tahun 2015, ternyata kini tidak terawat dan kumuh.
Pelabuhan yang dibangun sejak tahun 2004 dan selesai pada 2011 ini, saat diresmikan Presiden dihadiri oleh sejumlah menteri, diantaranya Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menkes Nila Moeloek. Ada juga Ibu Negara Iriana, Pangdam Sriwijaya dan Kapolda Babel yang mendampingi Gubernur Babel kala itu Rustam Effendi.
Tapi kini, gedung perkantoran Pelabuhan Tanjung Batu pun sudah tidak terawat, mengalami kerusakan cukup parah, terlihat kumuh dan tak layak disebut pelabuhan internasional. Bahkan pelabuhan dan perkantoran di situ nyaris tidak pernah difungsikan.
Dalam pantauan Rakyat Pos, Kamis (12/04/2018), kaca bangunan kantor yang pecah sudah berserakan di lantai. Plafon bangunan pun sudah berjatuhan. Demikian juga kayu pintu dan jendela ikut roboh. Sedangkan di sekitar bangunan kantor, telah ditumbuhi semak belukar.
Sementara aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu sudah terlihat lagi. Hanya sesekali tongkang yang membawa batu split dan kapal penumpang bersandar di pelabuhan yang menelan dana pembangunan hingga ratusan milliar itu.
Sayangnya Pemerintah Kabupaten Belitung tidak bisa berbuat banyak. Hal ini lantaran gedung itu sudah menjadi milik pemerintah pusat. Demikian juga pengelolaannya, belum diserahkan kepada pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Belitung, Drs. Ayi Thamrin saat didatangi dan ditanyai wartawan hanya bisa menyaksikan pemandangan buruk areal perkantoran Pelabuhan Tanjung Batu yang rusak parah.
Menurutnya, gedung perkantoran itu bukan lagi menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten, tapi menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Gedung perkantoran yang di pinggir laut itu milik Kementerian Perhubungan, sedangkan gedung yang mengarah ke daratan itu adalah milik Pemda Belitung,” jelasnya.
Pemda Belitung, kata Ayi Thamrin, sudah menyerahkan lahan yang di atasnya terdapat gedung perkantoran pelabuhan kepada pemerintah pusat, termasuk jalan di sekitar gedung sejak tahun 2017 lalu.
Sejatinya tidak ada alasan bagi Kementerian Perhubungan untuk tidak merehabilitasi gedung yang sudah rusak itu. Sebab menurut Ayi dana dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp4,2 miliar untuk pemeliharaan gedung kantor dan pelabuhan sudah cair. “Dulu, Kemeterian Perhubungan beralasan lahan masih milik Pemda. Tahun 2017 lalu sudah diserahkan. Jadi tidak ada lagi alasan,” tandasnya.
Namun disesalkan Ayi, hingga kemarin memang belum ada tanda-tanda gedung perkantoran di Pelabuhan Tanjung Batu itu akan diperbaiki. Yang ada justru dan terkesan dibiarkan.
Terpisah, Iswandi, staf Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabupaten Belitung ketika dihampiri di ruang kerjanya kemarin mengatakan, Kementerian Perhubungan beralasan sedang menyusun ulang rencana untuk perbaikan dermaga dan sekaligus gedung perkantoran yang sudah mengalami kerusakan parah di pelabuhan itu.
“Perencanaannya lagi disusun ulang di Kementerian Perhubungan,” katanya.
Iswandi menambahkan, KSOP Tanjungpandan menerima mandat untuk mengoperasionalkan Pelabuhan Tanjung Batu dari KSOP Manggar, saat bangunan sudah dalam kondisi rusak. “Kita ini menerima barang yang sudah rusak,” ujarnya
Tapi dia mengaku belum bisa memastikan kapan dermaga dan gedung perkantoran di pelabuhan tersebut akan diperbaiki. “Pasti diperbaiki, tinggal menunggu waktu saja,” tutup Iswandi.
Untuk diketahui, akhir Oktober 2017 yang lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya di Belitung sudah meninjau pelabuhan Tanjung Batu, selain meninjau bandar udara internasional H.AS. Hanandjoeddin. Ia pernah berjanji pelabuhan itu akan diperbaiki pada Februari 2018, namun hingga April ini belum ada realisasi apa pun.
“Pembangunan (perbaikan pelabuhan) saya lihat kalau tahun ini tidak mungkin lagi, kita akan lakukan tahun depan insya Allah Februari karena ini ada kaitannya dengan serah-menyerah aset dari derah ke pusat,” katanya seperti dikutip dari industri.bisnis.com 29 Oktober 2017.
Menurut Menhub, dana sebesar Rp4,2 miliar yang diajukan Pemerintah Kabupaten Belitung masih belum cukup untuk perbaikan Pelabuhan Tanjung Batu. Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan akan melakukan konsolidasi lebih lanjut terutama berkaitan dengan support pariwisata. (yan/1)

Comment

BERITA TERBARU