Pejem dan Tuing Diusulkan Jadi Kawasan Geopark

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka mengajukan daerah Pejem dan Tuing menjadi kawasan geopark di daerah itu. Dua daerah tersebut dinilai memiliki batu granit berusia ribuan tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangka, Asep Setiawan mengatakan dua daerah yang diajukan tersebut memiliki ciri khas tersendiri dan tidak dimiliki daerah lain.

“Dari kultur budayanya, kita ada Suku Lum yang merupakan suku asli Bangka. Selain itu kita juga punya batu granit yang usianya sangat tua dan unit di Pantai Tuing,” kata Asep kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Dia menyatakan masyarakat setempat juga sangat mendukung jika akan dijadikan salah satu wilayah geopark di Kabupaten Bangka.

“Sementara ini baru Belitung yang hampir jadi wilayah geopark karena pemerintah dan warganya sangat mendukung dan kompak. Mungkin bulan Juni ini mereka akan dinilai,” katanya.

Asep mengatakan untuk penetapan geopark Bangka masih membutuhkan banyak waktu dan persiapan yang cukup matang. Dengan persiapan yang ada, dia berharap usulan geopark tersebut dapat diterima.

“Kita sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan, mudah-mudahan bisa diterima,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, A. Rivai meminta Kabupaten Bangka untuk mengusulkan geopark yang unik dan menarik serta berbeda dengan yang sebelumnya diusulkan oleh Belitung.

Dia menyebutkan, saat ini untuk geopark Belitung akan dikunjungi tim dari UNESCO pada Juni atau Juli mendatang. Geopark Belitung, kata Rivai, merupakan salah satu geopark yang unik karena memiliki bebatuan granit yang tidak ada di wilayah lain di Indonesia.

“Berkenaan dengan rencana geopark untuk wilayah Pulau Bangka, geosite mana yang gak terpisahkan, contoh umpamanya di Pejem, ada gambaran batu yang panjangnya sekian kilo meter usia 250 juta tahun yang lalu dan bagian dari yang pantas dan layak untuk jadi diversity,” ujar Rivai belum lama ini.

Selain itu, dia meminta geopark yang diusulkan dapat juga dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan terhadap jenis bebatuan yang mungkin hanya satu kali didapatkan.

“Pemkab Bangka maupun perusahaan melalui dana CSR bisa juga memfasilitasi akses jalan menuju lokasi geopark. Kami menunda untuk berkunjung karena jalannya belum aman dan memasukkan pada masa berikutnya,” imbuhnya.

Rivai menambahkan terkait rencana geosite, berkenaan dengan izin dalam jangka menengah dan jangka panjang apabila geopark Bangka sukses akan dikoneksikan dengan Kabupaten Belitung.

“Belitung itu unggul dengan batu granit yang enggak ada di Indonesia, di Bangka kalau bisa jangan sama dengan Belitung, geopark ini ada geo diversity, bio diversity (flora fauna), culture diversity dan semua itu bisa ditawarkan,” sarannya.(mg419)

Related posts