Pejabat Dishub Pangkalpinang Tegaskan Tanpa Karcis, Parkir Gratis

  • Whatsapp
Polisi saat mengamankan puluhan juru parkir di kawasan Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis (28/5/2020).(foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Kepala Seksi Management Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Welly A Riduan tidak menampik masih ada juru parkir yang memungut tarif parkir melebihi ketentuan. Menurut dia, tarif parkir di tepi jalan umum telah ditetapkan Rp1000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2000 untuk roda empat.

“Permasalahan itu (tarif parkir-red) sudah kami sosialisasikan dan juga terdapat tarif parkir di dalam karcis tersebut sebesar 1000, kemungkinan dalam waktu pembayaran parkir tidak ada kembaliannya karena susah pecahan uang 1000 rupiah,” kata Welly kepada wartawan di Mapolres Pangkalpinang, Kamis (28/5/2020).

Pada tahun 2020, dia menegaskan, pihak Dishub Kota Pangkalpinang menargetkan Rp3 miliar untuk retribusi parkir di tepi jalan umum dan Rp1 miliar kategori parkiran khusus.

“Khusus untuk parkir di kawasan Pasirpadi, tempat pelelangan ikan, rumah sakit dan swalayan, tarif parkir roda dua sebesar Rp2000, roda empat Rp4000. Untuk juru parkir yang menggunakan rompi dengan tulisan tanpa karcis parkir gratis, itu memang gratis kalau tidak ada karcis,” tegasnya.

Baca Lainnya

Terkait 31 juru parkir di kawasan Pasar Pagi yang diamankan tim gabungan, Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, kata Welly masih melakukan koordinasi ke pihak Polres Pangkalpinang.

Baca juga: Selidiki Dugaan Pungli, Polisi Amankan 31 Juru Parkir Pasar Pagi Pangkalpinang

Sementara itu, Koordinator juru parkir di kawasan Pasar Pagi Pangkalpinang, Erlisia mengaku menjadi koordinator juru parkir sebanyak 23 orang.

“Juru parkir yang di bawah koordinasi saya berjumlah 23 orang memiliki Id card atau tanda pengenal dan rompi dari Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang,”katanya.

Dia juga mengaku rutin melakukan setoran ke dinas perhubungan. Sebelum wabah Corona, Erlisia menyebutkan menyetor sebesar Rp7,5 per bulan.

“Untuk setoran per satu orang setiap hari tidak menentu kadang ada Rp 10.000 dan Rp 15.000, terkadang ada Rp30.000. Karena ada pandemi Corona, kami minta pengurangan, hanya setor perbulannya sekitar 6 juta, biasanya Rp 7.5 Juta,” katanya. (ist)

Related posts