Pedofil Celuak Cabuli 4 Anak, Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Tersangka Fit, pelaku pedofil. (Foto: M. Tamimi)

Dijadikan Pemuas Nafsu Pelaku Sejak 2015

KOBA – Kejahatan asusila kembali menimpa anak-anak dibawah umur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, terjadi di Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Seorang pemuda berinisial FD alias Fit (25) warga setempat, nyaris diamuk warga lantaran diketahui telah mencabuli 4 orang anak.
Tindakan bejat pelaku pedofil ini terungkap setelah ibu korban melapor ke Polsek Simpangkatis pada tanggal 22 Juni 2020, dengan laporan Nomor LP/B-204/VI/2020/BABEL/RES BATENG/SEK KATIS. Setelah menyelidiki dan mendengar keterangan korban, tim gabungan dipimpin Kapolsek Simpang Katis dan Satreskrim Polres Bangka Tengah berhasil membekuk pelaku di rumahnya. Kini, pelaku sudah diamankan oleh petugas.
Keterangan yang diperoleh Rakyat Pos, kronologis kasus tersebut bermula pada Senin (22/06/2020) pelapor yang merupakan ibu salah satu korban, mendapatkan kabar bahwa anak kandungnya berada di Polsek Simpangkatis. Pelapor tak terima anaknya menjadi korban tindakan asusila pelaku FD.
Menurutnya, peristiwa pencabulan terhadap korban telah terjadi sejak tahun 2015 hingga bulan April 2020. Pelaku berbuat asusila dengan cara mengancam anak pelapor jika melapor ke orang lain. Korban dipaksa untuk (maaf-red) menghisap alat kelamin pelaku menggunakan mulut. Selain itu, pelaku juga memasukkan kemaluannya ke lubang dubur anak pelapor hingga mengeluarkan sperma.
Pelapor pun baru mengetahui korbannya bukan hanya anaknya saja, tetapi ada anak lainnya ikut menjadi korban yang sementara ini totalnya sebanyak empat anak. Atas kejadian tersebut pelapor mendatangi Polsek Simpang Katis dan meminta polisi memproses hukum pelaku.
Kapolres Bangka Tengah AKBP. Slamet Ady Purnomo melalui Kasat Reskrim Iptu Mulya Sugiarto membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Memang benar ada kejadian tindakan asusila yang korbannya anak-anak. Kami saat ini sedang mendalami kasus ini, apakah masih ada penambahan korban atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Senin (29/06/2020).
Dikatakannya, tindak pidana yang diduga perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPU Nomor 1 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 taun penjara. (ran/1)

Related posts