Pedagang Pasar Inpres Tagih Janji Lapak

  • Whatsapp

Ruko Ditempati Orang Baru, Dipertanyakan
Kadis Berkelit Sistem Cabut Lot
Baru Direnov Penerangan tak Berfungsi

SUNGAILIAT – Pedagang lama Pasar Inpres Sungailiat keluhkan tidak mendapatkan lapak ruko setelah dilakukan renovasi pada tahun 2018 lalu.
Salah satu pedagang, Sri Lestari mengaku dirinya tidak mendapatkan jatah lapak lagi setelah proses pembangunan pasar beserta ruko selesai.
“Saya sudah berjualan sejak tahun 2012 lalu tapi mengapa setelah selesai renovasi saya tidak dapat lapak lagi, padahal sebelumnya saya dapat,” ungkapnya, Selasa (23/4/2019).
Ia mengatakan sebelum renovasi, pihak pemda sendiri mengatakan akan merelokasi pedagang lama tersebut di lapak yang baru agar lebih tertib dan rapi.
“Janjinya semua penjual dapat lapak tapi kemarin saya cek nama saya tidak ada (tidak dapat), padahal saya sudah kasih KTP dan KK kepada petugasnya dan ikut mendaftar,” terang janda dua anak tersebut.
Sri juga mempertanyakan adanya pedagang baru yang justru mendapatkan ruko tersebut dan mengesampingkan pedagang lama seperti dirinya.
“Pedagang lama kemarin sekitar sembilan orang, sedangkan jumlah ruko sekarang ada 15 tapi saya tidak dapat dan justru ada pedagang baru yang dapat,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Atin, penjual lontong sayur tersebut juga tidak mendapatkan lapak untuk berjualan di pasar yang ada di kelurahan sri menanti itu.
“Saya juga tidak dapat lapak padahal sudah lebih dari 10 tahun berjualan disini,” tambahnya.
Meskipun begitu, ia tidak terlalu mempermasalahkan pembagian lapak tersebut karena ia sudah mendirikan pondoknya sendiri di dekat ruko yang dibangun pemda.
“Kalau saya pribadi tidak masalah, yang penting tempat saya sekarang jangan diusik saja,” tambah Atin.
Menanggapi adanya keluhan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Bangka, Thony Marza meminta kepada pedagang yang tidak mendapatkan lapak untuk bersabar.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan, jika dalam sebulan kedepan tidak menempati lapak-lapak yang disiapkan tersebut maka akan digantikan dengan pelapak lain.
“Sejak kemarin sudah kita suruh tempati, jika nanti tidak ditempati atau diisi oleh orang lain selain yang mengontrak akan kita cabut dan ganti ke pedagang lain,” terangnya.
Ia mengatakan dalam pembagian lapak itu sendiri melalui cabut lot namun untuk nama-nama pedagang yang ikut merupakan hasil dari verifikasi.
“Kita sudah lakukan verifikasi dulu pedagang-pedagang ini termasuk lurah dan sesama pedagang. Jadi kalau hanya pernah berdagang tapi setelah itu pindah atau berhenti maka tidak kami masukan,” terangnya.
Pihaknya juga sudah melakukan dua kali sosialisasi kepada pedagang-pedagang yang lama namun nama yang Sri Lestari tidak hadir dalam sosialisasi tersebut.
“Kita cek, bahkan kita lihatkan sama yang bersangkutan absen nama-nama yang ikut sosialisasi kamren tapi tidak ada. Tujuan kami inikan untuk membantu para pedagang juga,” tambah Thony.
Sementara itu, hari pertama jualan para pedagang di Pasar Inpres Sungailiat keluhkan sepinya pembeli, Selasa (23/4/2019).
Salah satu penjual di pasar inpres, Ahmad Mirza mengaku hanya beberapa orang saja pembeli datang ke pasar yang berada di kelurahan srimenanti tersebut.
“Masih sepi pembeli, paling baru satu atau dua orang saja,” ungkapnya saat dijumpai wartawan dilapaknya.
Ia mengaku baru pertama kali mencoba berjualan dilapaknya yang sekarang sejak selesai direnovasi beberapa bulan lalu oleh Pemda Bangka.
“Selama ini kami berjualan di luar pasar tapi baru hari ini kita jualan lagi disini, kemarin sudah disuruh orang dinas soalnya kemarin jumat sudah pembagian lapak masing-masing pedagang,” terang Mirza.
Meski sudah diizinkan masuk dan berjualan di pasar, ia mengatakan baru tiga pedagang saja yang sudah mencoba dilapak barunya masing-masing.
“Hari ini baru tiga pedagang saja yang berjualan, jadi belum banyak pembeli yang tau,” ungkapnya.
Meskipun begitu, ia menyayangkan penerangan yang ada dipasar saat ini tidak tidak dapat berfungsi sehingga mengganggu para pedagang saat memindahkan dagangannya pada pagi hari.
“Kendalanya mungkin lampu kalau pagi-pagi tidak bisa nyala, padahal awal-awal kemarin bisa nyala,” ungkap pria 72 tahun tersebut. (mg419/6)

Related posts