PCNU Basel Gelar Istighosah di Desa Sadai

  • Whatsapp
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bangka Selatan foto bersama usai menggelar Istighosahdalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-94, di Desa Sadai. (foto: dedy).

RAKYAT POS.COM, TUKAKSADAI – Memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-94, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangka Selatan (Basel) menggelar Istighosah di Desa Sadai.

Kegiatan pada akhir pekan (31/1/2020) itu, merupakan program yang telah menjadi agenda rutin PCNU Basel setiap hari Jumat setelah sholat Isya’.

Muat Lebih

Istighosah yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas di Desa Sadai dihadiri oleh Pengurus PWNU Babel, PCNU Basel, MWCNU Kecamatan-kecamatan, Pengurus Badan Otonom NU dan Pengurus Masjid serta masyarakat Desa Sadai.

Ketua Masjid Al-Ikhlas, Hasanudin mengucapkan terima kasih kepada NU Basel dan warga Nadhiyyin yang telah memilih dan datang serta bersilaturahmi ke Desa Sadai dalam rangka memperingati Harlah NU yang Ke-94 dan istighasah bersama jamaah Masjid Al-Ikhlas.

Sementara itu, Tawasul dipimpin oleh H. Salahuddin Al Ayyubi sekaligus Ketua PCNU Basel terpilih masa Khidmat 2020-2025, dan Istighosah dipimpin Ust Imam Hamami, sedangkan doa dipimpin Ustad Sapuan Mustasyar MWCNU Kecamatan Tukaksadai

Acara ditutup dengan Tausyiah oleh KH.Zahirin Sofyian yang menyampaikan tujuan kegiatan perayaan Harlah NU tersebut, memohon pertolongan kepada Allah SWT agar keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia hidup aman, damai, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Dia menuturkan, dalam istighosah ini juga mendoakan yang sakit cepat sembuh, yang punya usaha supaya usaha cepat maju dan berkah dan mendoakan para ulama, pejuang, syuhada shalihin yang merupakan perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sahirin menceritakan, ada 6 perbuatan yang dapat menguragi amalan kebaikan, yaitu sibuk dengan aib orang lain, hati yang keras, cinta mati terhadap dunia, sedikit rasa malunya, panjang angan-angan, dan kezhaliman yang tak pernah berhenti.

“Ada beberapa cara untuk menangkalnya, yaitu hati yang selalu bersyukur, keluarga atau suami/istri yang sholeh dan sholeha, anak-anak yang sholeh, lingkungan yang kondusif, harta yang halal, keinginan untuk belajar ilmu agama yang kuat, dan umur yang barokah. Mudah-mudahan NU senantiasa diberi kekuatan dalam mengemban amanah diniyyah (peran-peran keagamaan) dan amanah wathoniyyah (peran-peran kebangsaan) di tengah-tengah masyarakat,” harapnya. (raw/3)

Pos terkait