by

PC Ahap & Bitet Ancam Kolong Biru

Menambang Bersama TI Ilegal
Warga dan Bupati Desak Polisi Bertindak

KOBA – Objek wisata Kolong Biru di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru saja terkenal, kini terancam rusak akibat aktivitas penambangan pasir timah ilegal.
Sebab, sejak Rabu pekan lalu hingga berita ini diturunkan, sejumlah alat berat jenis eksavator (becho) atau PC, beroperasi secara ilegal dan terang-terangan di wilayah objek wisata andalan Kabupaten Bangka Tengah itu. Bukan cuma alat berat saja, keberadaan tambang inkonvensional (TI) pasir timah darat ikut mengancam kolong itu karena letaknya tak berjauhan.
Informasi yang beredar, alat berat berwarna biru dan kuning itu disebut-sebut milik pengusaha tambang Bitet dan Ahap juga warga Bangka Tengah. Sejak pantauan Rabu pekan lalu hingga akhir pekan kemarin, alat berat itu masih beroperasi meski tak mengantongi izin dari pihak terkait.
Adanya kabar alat berat mengancam objek wisata ini pun sempat disesalkan Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh. Ia mengecam aktivitas tambang dibantu alat berat yang bakal merusak sekitar objek wisata Kolong Biru. Ibnu meminta pihak kepolisian untuk turun tangan menindak.
Hal sama disampaikan Andi, salah satu warga pengunjung Kolong Biru. Dia menyesalkan alat berat dan TI darat yang menambang pasir timah mengancam objek wisata tersebut. Menurutnya, tindakan beroperasinya alat berat tanpa izin tersebut harus disikapi dan ditindak tegas oleh penegak hukum.
“Saya enggak setuju lah, objek wisata yang baru mau populer kok ditambang. Yang parah lagi digarap oleh alat berat,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Andi menyebutkan, kegiatan pengoperasian alat berat dan TI ilegal di wilayah Kolong Biru tidak dibenarkan karena mengancam kerusakan objek wisata. Sementara dipihak lain, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berjuang untuk mempopulerkan objek wisata kolong itu supaya terkenal agar imbasnya banyak wisatwan yang berkunjung.
“Kegiatan tambang ilegal dan operasi alat berat ilegal tersebut segera distop sebelum lokasi jadi parah. Atas kejadian ini, pemilik alat berat harus diberi sanksi tegas karena telah mengganggu fasilitas umum. Semoga ini tidak lagi terjadi,” tukasnya.
Sayangnya hingga berita dirampungkan tadi malam, Ahap dan Bitet yang diduga pemilik alat berat belum berhasil dikonfirmasi. Demikian juga Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang masih diupayakan konfirmasi. (ran/6)

Comment

BERITA TERBARU